Makam Mbah Joko Rapijan Keturunan Wali, Diangkat TMMD Pemalang

Pemalang – Satu lagi kearifan lokal yang coba diangkat melalui publikasi TMMD Reguler 104 Kodim 0711 Pemalang, di sekitar lokasi TMMD adalah Makam Mbah Joko Rapijan, penyiar agama keturunan salah satu wali songo (9 tokoh penyebar agama islam di Pulau Jawa).

Lokasi makam terletak di wilayah Desa Kesesirejo atau 100 meter dari Balai Desa Jatiroyom Kecamatan Bodeh, desa tetangganya yang menjadi sasaran TMMD Kodim.

Diterangkan singkat Hj. Wasiatun, isteri H. Asmo juru kunci makam, warga Desa Kesesirejo RT. 08 RW. 13 Kecamatan Bodeh bahwa, tokoh panutan masyarakat tersebut meninggal tahun 2013 lalu dan tahun ini adalah haulnya yang keenam, diperingati setiap malam tanggal 2 Februari setiap tahunnya dengan pengajian yang dilaksanakan antara pada pukul 19.00-22.00 WIB dengan menggelar tenda yang dipasang di sekeliling makam.

Peringatan ini merupakan bentuk penghormatan warga terhadap Almarhum dan menjadi agenda religi yang tidak hanya diikuti oleh warga setempat dan sekitar, namun juga peziarah dari berbagai kota seperti Brebes, Tegal, Semarang dan lainnya.

“Sebelum meninggal banyak tokoh-tokoh negara yang berkunjung meminta doa sebelum mencalonkan diri sebagai Kades, Caleg bahkan Presiden. Mbah Joko Rapijan jugalah yang merehab dan menata kembali salah satu tiang tatal atau pilar utama Masjid Agung Demak saat tidak ada yang mampu memperbaikinya atas permintaan pengurus masjid,” ucapnya kepada Koptu Totok, jurnalis dokumentasi lapangan kegiatan TMMD. Minggu (17/3/2019).

Dijelaskannya lanjut, Mbah Joko Rapijan Bin Dulmanan adalah satu guru dengan Kyai Ageng Cempaluk. Untuk pengolahan makam masih dikelola pihak keluarga.

“Saya keponakannya Mbah Joko. Beliau sampai meninggal tidak pernah menikah dan dikenal sebagai tokoh ahli agama tanpa belajar ke pondok tertentu karena mendapatkan wahyu langsung dari Allah SWT,” imbuhnya. (Totok Pendim Pemalang/Aan).

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.