Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Mahasiwa KKN Alternatif UMP Lakukan Pembuatan, Sosialisasi dan Peluang Berbisnis Mikro Organisme Lokal (MOL) dari Tape Kepada Para Petani 

Loading...

Kutasari, Purbalingga (12/8) – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhhammadiyah Purwokerto (UMP) dilaksanakan berbeda dengan periode sebelumnya. Khusus tahun ini bertema Kuliah Kerja Nyata Alternatif di masa darurat COVID-19. KKN pada tahun ini dilaksanakan di lokasi tempat tinggal mahasiswa. 

Pada Kesempatan kali ini Mahasiswa KKN Alternatif Purbalingga 11, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang beranggotakan 3 orang yaitu Rafi Ibnu Mahendara, Delta Ayuningtias dan Riska Sulistiana yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan Iwan Fakhruddin, S.E., M.Si. Ak., CA melalui daring dan di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menggadakan pembuatan, sosialisasi dan peluang berbisnis mikro organisme local (MOL) dari tape singkong kepada para petani di sekitar tempat tinggal khususnyadi Desa Sumingkir, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2020.

Melihat saat ini penggunaan pupuk kimia yang secara terus menerus berdampak buruk bagi sistem daur tanah. Micro Organisme Lokal dapat digunakan sebagai pilihan lain untuk pengganti pupuk kimia. Telah kita ketahui bahwa peran mikroorganisme sangat penting karena berguna untuk membantu kesehatan dan penyerapan unsur hara dalam tanah. Pemupukan menggunakan pupuk kimia banyak membuktikan bahwa reaksi tanah kurang responsif. Tanah yang demikian menunjukkan kurangnya mikroorganisme dan bahan organik yang sangat penting untuk kesuburan tanah. 

Untuk mengembangkan mikroorganisme sebenarnya tidaklah sulit, karena mikroorganisme sudah ada dan banyak jumlah dan jenisnya disekitar kita.  Biasanya dapat dijumpai pada makanan yang sudah difermentasi (seperti tape). Tape merupakan salah satu makanan olahan dari singkong  yang dihasilkan dari proses fermentasi dengan menggunakan ragi. Fungsi tape selain untuk kebutuhan pangan tetapi dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan micro organisme lokal untuk menyuburkan tanah. 

“Alasan pembuatan MOL dari tape itu karena bahan dasarnya mudah didapat, harganya terjangkau dan pembuatannya tidak memakan waktu yang lama karena sudah difermentasi” tutur Rafi Ibnu Mahendara selaku Ketua KKN .

Bahan untuk pembuatan MOL dari tape terdiri dari tape, air dan gula merah. Adapun langkah pembuatannya yaitu pertama masukkan 1/3 air ke dalam botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter.   Kemudian masukkan tape yang telah dihancurkan sebanyak 3 ons. Lalu larutkan gula merah sebanyak 3 sendok makan dan campurkan ke dalam botol tadi. Setelah itu dikocok sampai berubah warna dan diamkan selama 4 – 5 hari. Selanjutnya MOL dari tape siap digunakan.

Kemudian kami dari mahasiswa KKN Alternatif Purbalingga 11 mensosialisasikan hasil dari pembuatan MOL ini pada petani yang ada di sekitar tempat tinggal dari anggota KKN. 

“MOL dari tape ini sangat berguna untuk para petani karena aman untuk tanah jika digunakan dalam jangka waktu panjang” ujar Delta Ayuningtias selaku anggota KKN.

Para petani yang mendapatkan sosialisasi memberikan tanggapan yang sangat antusias untuk penggunaan MOL dari tape pada pemupukan tanaman. Mereka juga tertarik untuk mencoba membuat MOL dari tape sendiri di rumah. 

“Kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN ini sangat bermanfaat dan dapat memberikan pengetahuan baru untuk para petani dalam hal pemupukan dari bahan organik, karena selama ini para petani hanya menggunakan pupuk kimia untuk pemupukan” ujar Rohyadi (42 tahun) salah satu petani.

Selain melakukan sosialisasi penggunaan MOL tersebut, kelompok KKN kami juga memberikan penjelasan mengenai peluang usaha dari micro organisme local (MOL). 

“Peluang dari usaha pembuatan micro organisme local (MOL) mempunyai nilai jual yang tinggi dan belum banyak dijual di pasaran dan kompetitornya masih sedikit apalagi dengan menginovasi pada kemasannya sehingga akan lebih menarik” kata Riska Sulistiana selaku anggota kkn. 

Dari kegiatan ini diharapkan para petani yang tinggal di sekitar tempat tinggal khususnya kecamatan Kutasari dapat menggunakan micro organisme local (MOL) untuk pemupukan tanaman mereka sehingga tanahnya menjadi subur. Selain itu para petani diharapkan dapat membuka usaha untuk memproduksi micro organisme local (MOL) dari tape maupun dari limbah dapur rumah tangga seperti sayuran dan sisa makanan.(red)

 

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.