Ayo Gabung, Menjadi Jurnalis Profesional, di Seluruh Indonesia, Kontak : 082279249494

Mahasiswa Tuntut Pemerintah, Naikan Gaji TNI – POLRI Minimal 50 Juta

NusantaraTerkini.Com – Jakarta, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi untuk Kesejahteraan TNI dan POLRI (KITRA)  menggelar aksi simpatik dan teatrikal menuntut pemerintah menaikkan gaji TNI POLRI minimal 50 juta perbulan. Aksi digelar didepan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah atau UIN Jakarta, Ciputat Kota Tangerang Selatan, Rabu, (10/4/2018).

Aksi dimulai jam 15.00 WIB di depan kampus UIN ini. Nampak puluhan spanduk bertuliskan “segera wujudkan 50 Juta gaji TNI Polri Tanda Bangsa merdeka, para demonstran juga membagikan rilis pernyataan aksi kepada mahasiswa dan masyarakat pengguna jalan, yang antusias melihat jalannya aksi tersebut.

Fahri Husain Koordinator Lapangan dalam orasinya menyebut gerakan  jalanan KITRA sebagai bagian langkah perjuangan dalam mewujudkan kesejahteraan TNI-POLRI yang sudah berlangsung  diberbagai wilayah sejak lima tahun lalu.

Pemiskinan yang menimpa TNI POLRI dipicu ketiadaan Konsepsi Negara yang tegas terkait kesejahteraan, sebabnya pemerintah hanya mematok gaji berdasarkan kebutuhan pokok alias asumsi biologis saja, habis hanya buat makan dan kenyang. sebut Fahri Korlap KITRA Ciputat.

“Bagi KITRA, ini bukti Pemerintah tidak punya rujukan konsepsional yang dibangun diatas nilai kemanusiaan dan ke-Indonesiaan, tentunya  ini bencana yang sangat berbahaya bagi jutaan keluarga Indonesia. Ungkap Fahri Husain.

Fahri menambahkan Pemerintah  mengabaikan hak-hak kemanusiaan TNI-POLRI, padahal penghasilan mereka adalah satu-satunya sumber ekonomi jaminan bagi keluarga, kebutuhan spiritual, social, budayanya sebagai warga Indonesia.

Senada hal tersebut Aktivis UIN  Rassik Sayyed dalam orasinya menegaskan bahwa KITRA Ciputat akan terus menyuarakan kenaikan 50 Juta gaji TNI-POLRI, sebab siapa lagi yang akan perjuangkan nasib mereka, “TNI POLRI adalah orang – orang terbaik  fisik, mental dan psikis  yang dipilih oleh Negara tapi justru diperlakukan tidak beradab”. Ujar sayyed.

Sayyed menuturkan “mereka adalah pahlawan yang menegakkan konstitusi, setiap saat siaga melindungi ratusan juta jiwa, tapi siapa yang perjuangkan hak-hak mereka, hak keluarganya,” tuturnya.

“TNI POLRI sebaga warga terbaik, loyal dan sudah teken hidup mati demi Negara justru cacat akibat kemiskinan, maka terlalu jauh kita menagih kewajiban Negara atas nasib ratusan juta rakyat,” tambah Sayyed. (rls)

Inline image

Redomendasi
Comments
Loading...