Terbit : 22 Juli, 2019 - Jam : 02:57

Lukisan Purnama di Malam Arak Gedang Mewarnai Festival Bumi Rafflesia 

Loading...

Bengkulu – Festival Bumi Rafflesia merupakan ajang pagelaran budaya Bengkulu dalam rangka memartabatkan Bengkulu sebagai kota berbudaya yang dikenal oleh masyarakat lokal dan mancanegara. 

Salah satu yang menjadi pusat perhatian dalam acara tersebut ialah karya dari salah seorang seniman senior Bengkulu  Baba Klasik (57) yang berpartisipasi dalam acara festival bumi rafflesia di sport center kota Bengkulu.

Menurut Baba, “Bengkulu memiliki nilai sejarah dan budaya yang luar bisa, melalui lukisan harapanya adalah masyarakat Bengkulu dapat lebih mengenal, memahami, dan melestarikan budaya Bengkulu dengan segala keunikannya,”

“Jangan sampai kita masyarakat Bengkulu sendiri tidak mencintai budayanya “bahkan idak nian tau”  dan kalah dari masyarakat luar yang mencintai budaya Bengkulu,” Tutup Baba Klasik (57) pria bergaya nyentrik ini ke awak media, Senin, (22/07/19) malam. 

Lukisan yang bertemakan purnama di malam arak gedang menjadi suatu simbol yang cukup utuh dalam menceritakan Bengkulu dengan segala kekhasan budayanya yakni tabut, dol, tarian, dan ikan. jika disimpulkan lukisan tersebut merupakan prosesi perayaan tabut yang dimulai pada tanggal 1 hingga 10 Muharram. 

Acara tahunan masyarakat bengkulu dalam mengenang perjuangan Hasan dan Husen cucu nabi Muhammad SAW  dalam peperangan di Padang Kerbala, Irak pada tanggal 10 Muharam 61 hijrah (681 M). Lukisan-lukisan yang dipamerkan akan dilombakan sebagai wujud apresiasi kepada seniman-seniman seni rupa Bengkulu yang ikut andil dalam memeriahkan acara tersebut.

Harapannya adalah bagi para generasi muda teruslah berkarya, melakukan hal-hal positif dan menjadi masyarakat Indonesia yang mencintai budayanya sendiri dengan cara yang positif baik seni rupa, seni musik, seni tari dan karya seni lainnya. (Budi/red)

Loading...
Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.