Layanan Gratis Ambulan Desa, Malah Disebut “Hantu” Oleh Cak Salam

Jember- Debat Publik kedua Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jember yang berlangsung tadi malam di stasiun JTV Surabaya, pada sesi tanya jawab, Paslon nomor urut 03 Salam-Ifan disodori pertanyaan oleh Paslon Wakil Bupati nomor urut 01 Dwi Arya Nugraha Oktavianto atau Mas Vian seputar program Ambulan Desa. Senin, (23/11).

Kata Mas Vian, program Ambulan Desa manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat Jember.Kehadiran layanan gratis Transportasi Medis ini sudah terbukti cepat dalam melayani serta efektif dalam menangani pasien sakit, terutama dimasa pandemi seperti sekarang ini.

“Apakah setuju dengan program kami, ” tanya Mas Vian kepada paslon 03 Salam-Ifan.

Kemudian dijawab oleh Paslon Bupati Abdus Salam atau Cak Salam, kehadiran Ambulan Desa bukan solusi.Ambulan Desa tidak lebih akan jadi Hantu yang sebenarnya.

Ambulan (red.Ambulan Desa) bukan solusi malah akan menjadi Hantu buat masyarakat sebenarnya, ” Jawab Cak Salam.

Padahal sebelum melontarkan pertanyaan, Mas Vian sudah memaparkan panjang lebar manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakat Jember dengan adanya program Ambulan Desa.

Ia menjelaskan, di era Bupati Faida ada program yang menurut sebagian orang yang tidak suka, pada waktu itu menjadi hal yang mustahil bisa terwujud.Tapi nyatanya, kini bisa hadir bahkan disetiap Desa disediakan fasilitas Transportasi Medis gratis yang namanya Ambulan Desa.

Mas Vian mengatakan, ada 248 Ambulan Desa yang telah hadir di masyarakat dan selama ini sudah terbukti sangat efektif dalam melayani orang sakit, apalagi dalam masa pandemi sangat diperlukan.Malahan kedepan, Faida-Vian akan menambahkan Program Satu Desa Satu Bis Rakyat.

Mendapati paparan Mas Vian, Cak Salam justru menyarankan sebaliknya, warga jember yang sakit tidak perlu dibawa pakai Ambulan Desa ke Rumah Sakit.Solusinya, cukup dibawa ke Puskesmas atau Puskesmas Pembantu saja, tanpa memberi alternatif pengganti Ambulan Desa.

“Tidak perlu dimasukkan dalam Ambulan dibawa ke Rumah Sakit, ” ujar Cak Salam.

Sementara Pasanganya Ifan Ariadna melontarkan, masyarakat yang mengalami sakit itu tidak harus langsung dibawa ke Rumah Sakit di Kota karena akan ditarik biaya.

“Karena masyarakat kalau dibawa ke kota pasti ada tambahan biaya disana, ” sebutnya.

Faida Calon Bupati nomor urut 01 menjelaskan, Ambulan Desa disediakan karena memang transportasi medis itu berbeda dengan transportasi umum.

“Bukan hal yang aneh kalau masyarakat itu emergency masih menunggu kendaraan, ” katanya.

Faida menerangkan, Pemkab sengaja memasang gambar Bupati dan Wakil Bupati Jember di Ambulan Desa bukan untuk kampanye.Akan tetapi untuk menegaskan, bahwa gambar dr Faida bersama Kyai Muqit di Ambulan Desa adalah simbol kedua pemimpin Jember tersebut Anti Pungli.Artinya Ambulan Desa layanannya gratis alias tidak ada bayar membayar.

“Itu ada gambar kami bukan karena kampanye, itu artinya layanan ambulanya gratis dan halal, dan kami bisa pastikan layanan itu memang tidak berbayar, ” terang Faida.

Kalau ada yang berbayar tolong laporkan pada kami.Faida menyatakan, sudah mengumumkan kepada semua pihak, jika Ambulan Desa bukan digunakan untuk membawa orang sakit ke Kota, tetapi untuk membawa kepada layanan terdekat.

Dari rumah ke Puskesmas maupun Puskesmas pembantu, itupun perlu transportasi dan ambulan itu untuk mendekatkan pelayanan.

“Masa emas pelayanan dalam emergency tidak kembali, nyawa orang tidak bisa kembali, itulah program kami untuk masyarakat,” tutur Faida. (Tahrir)

Rekomendasi
Loading...

Ruangan komen telah ditutup.