Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Launching Gerakan “BISA” di Puncak Badean, Awal Pariwisata Jember Bangkit Kembali

Loading...

JEMBER- Sektor pariwisata di tengah badai pandemi Covid-19 benar-benar mengalami pukulan yang teramat telak.Usaha ekonomi masyarakat seperti UKM, Jasa Transportasi, Kuliner dan lainnya menjadi lumpuh tak berdaya.Terutama yang paling telak, pelaku usaha pariwisata banyak yang gulung tikar, ribuan pekerja pariwisata terpaksa dirumahkan hingga tidak sedikit menjadi korban PHK. Kamis (15/10).

Agar bangkit kembali dalam situasi Covid-19, Pemerintah telah melonggarkan regulasi terkait pariwisata dan melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Pemerintah kini mencanangkan Gerakan Bersih Indah Sehat dan Aman (BISA) untuk menggerakan kembali sektor pariwisata yang lumpuh tentunya dalam konsep penerapan protokol kesehatan covid-19.

Diketahui program gerakan BISA sudah diluncurkan di berbagai wilayah di Indonesia salah satunya di kabupaten jember.Gerakan BISA diharapkan akan mampu menjawab semua persoalan yang sedang dihadapi serta membangkitkan kembali sektor pariwisata Indonesia yang sedang terpuruk.

Lokasi wisata Puncak Badean yang terletak di selatan lereng gunung Argopuro tepatnya Desa Badean Kecamatan Panti Kabupaten jember dipilih sebagai tempat pencanangan gerakan dari Kemenparekraf tersebut.

Selain alasan keindahan alamnya yang masih asli, Puncak Badean merupakan destinasi wisata alam baru di Jember yang dikembangkan atas inisiatif cemerlang masyarakat setempat, sehingga perlu dikenalkan kepada masyarakat luas.

Untuk itu Plt Bupati Jember Drs KH Abd Muqit Arief berkesempatan hadir pada acara peluncuran gerakan BISA yang dibuka oleh Dirjen Pengendalian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hasan Abut didampingi mitra kerjanya dari Komisi X DPR-RI Muhamad Nur Purnamasidi.

 Dalam sambutannya Plt Bupati menyampaikan, Pemkab Jember sangat menghargai apa yang telah dilakukan oleh masyarakat Desa Badean, khususnya Kepala Desanya yang ingin menjadikan Desa Badean ini sebagai Desa Wisata dengan andalan wisata alam Puncak Badean.

‘Apabila kepala desanya SDM nya mumpuni, insya Allah desa itu akan lebih cepat maju dan di jember salah satunya di buktikan di Desa Badean, ” tutur Plt Bupati.

Plt Bupati yang kesehariannya dipanggil Kyai Muqit menjelaskan, berapa desa yang mengandalkan wisata saat ini betul-betul sangat terpukul.Upaya untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata memang bukan hal yang mudah.

Meski demikian , sambungnya, berbagai langkah-langkah untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata memang harus diimplementasikan guna menggerakkan roda ekonomi.

“Kegiatan ini merupakan upaya menyiapkan destinasi wisata serta para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di sekitar lokasi untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman di era covid, ” paparnya.

Selain itu, gerakan BISA mendukung destinasi wisata untuk menyiapkan tatanan kehidupan baru pasca covid, sesuai prinsip protokol kesehatan.

“Untuk gerakan BISA akan mengubah masyarakat yang bebas tetapi tetap terkontrol.Meski kita sekarang tidak bebas tetapi wisata harus jalan, ” kata Kyai Muqit.

Gerakan BISA juga diharapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke berbagai daerah khususnya wisata Puncak Badean.

Kabupaten Jember sudah dianugerahi alam sedemikian besar seperti ini, dan kita rekayasa sedemikian rupa supaya nanti bisa mendatangkan banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

“Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah kesiapan. Menjadi masyarakat wisata, karena ketika wisata yang datang tidak hanya melihat keindahan alam tetapi bagaimana sambutan tuan itu lebih penting, ” pungkas Plt Bupati.

 Wisata Puncak Badean selain dijadikan tempat wisata rekreasi juga dikembangkan sebagai wisata edukasi budaya.Sebab di lokasi wisata ini situs-situs peradaban manusia mulai zaman batu hingga masa kerajaan ada di sana, seperti lumpang batu, kubur batu, kalender pertanian zaman pra sejarah hingga umpak kerajaan. (Tahrir)

 

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.