Larangan Mudik Dimasa Pandemi Merubah Tatanan Tradisi Lebaran

Tangsel, Nusantaraterkini.com – Sudah tahun kedua kita melewati lebaran dengan kondisi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, suasana pandemi Covid-19 telah merubah tatanan tradisi saling mengunjungi dan salam-salaman menjadi kegiatan yang dilakukan secara virtual dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID -19,”

tutur Indah Pertiwi, S.Pd., M.Pd
Dosen D3 Akuntansi- Universitas Pamulang (UNPAM).

Indah menjelaskan yang terjadi dikampung halaman nya, Saling mengunjungi, mewarnai momen lebaran.Perubahan tatanan tradisi juga terjadi di Kalurahan Sumbersari Kapanewon Moyudan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Perubahan tatanan tradisi itu melalui sosialisasi pihak kelurahan setempat Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 24 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah di Bulan Ramadhan dan Syawal 1442 H,” jelas indah

Berdasarkan keterangan pamong kelurahan Sumbersari Kapanewon Moyudan, menghimbau pihak warga yang memiliki sanak saudara yang bekerja di luar daerah DI Yogyakarta, diharapkan tidak mudik. sesuai Fatwa MUI No 24.

“Fatwa MUI, No 24, tertuang di huruf E ayat 8 yang berbunyi : Pelaksanaan silaturrahim halal bi halal boleh dilakukan melalui media virtual atau secara langsung seperti berkunjung ke sanak, keluarga dan tetangga, juga berlaku di tempat kerja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dan mengikuti kebijakan Pemerintah,” papar Dosen Unpam itu kepada awak media ini.

Indah meminta keterangan pihak pegawai kelurahan kampung halaman belum lama ini.

“Menurut Agus Iskandar, selaku kamituwo/ Pamong, Kalurahan Sumbersari,mengatakan, Memenuhi intruksi Menteri Dalam Negeri dan Surat Edaran Gubernur serta Bupati Sleman dalam melaksanakan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.beberapa instruksi dibuat oleh pihak pamong Kalurahan dalam rangka menjalankan surat edaran yang ada.

“Shalat Idul Fitri dilaksanakan di wilayah tingkat RT dg pelaksanaan max 20 menit, untuk halal bi halal dilakukan dengan ketentuan  sebatas keluarga inti, untuk masyarakat dilakukan ikrar syawal sesudah pelaksanaan shalat idul fitri dengan tidak Jabat tangan dan tetap dengan protokol kesehatan” ungkap Agus.

Harapan Sukadi, salah satu panitia pelaksana di tingkat pedukuhan Blendung Kalurahan Sumbersari, semoga lebaran di tengah pandemi ini tidak mengurangi esensi hari kemenangan yang diraih umat muslim juga tradisi bermaafan dan salam-salaman.

“Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga momentum lebaran dengan berbagai tradisinya bisa kembali dilakukan” tambah Sukadi,” sesuai keterangan indah

Seperti itulah ungkapan Indah Pertiwi, S.Pd., M.Pd Dosen D3 Akuntansi- Universitas Pamulang (UNPAM) mungkin saja dialami oleh kebanyakan masyarakat pada moment Idul Fitri tahun 2021. tidak dapat mudik karena mematuhi atauran pemerintah.

Tangsel Rabu 19/5/2021
Biro Tangerang Raya : Rohman

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.