Terbit : 29 Agustus, 2019 - Jam : 16:05

Lagi, Bocah Enam Tahun Tercebur di Bak Penampung Air Hujan

Loading...

TANAH KARO – Lagi-lagi bak penampung air hujan yang sering disediakan warga petani di ladang, untuk keperluan memompa tanaman memakan korban jiwa.

Kali ini, seorang bocah enam tahun, buah hati dari pasangan suami istri (pasutri) M. Sembiring (34) dan Rini beru Karo (32) warga Desa Gajah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Selasa (27/08/2019) menjadi korbannya.

Menurut informasi yang didapat dari Kapolsek Simpang Empat, Iptu Dedy Ginting via telepon seluler mengatakan, kejadian tersebut diterimanya berdasarkan laporan dari warga, Rabu (28/08/2019).

Korban bernama Randi Sembiring ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa di bak penampung air. Ia lepas dari pantauan kedua orangtuanya, karena sedang asyik memompa tanaman pertanian.

“Korban yang tenggelam dibak itu telah dibawa ke rumah sakit Amanda Berastagi. Tapi nyawanya tak tertolong lagi,” ujar Kapolsek.

Kapolsek mengatakan, saat kejadian, ayah korban ingin melepas lelah digubuk. Setelah berada digubuk, ia tidak mendapati putranya dan langsung mencarinya. Tapi alangkah kagetnya, putranya itu ditemukan dibak penampung air hujan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

“Korban dilarikan ke rumah sakit tapi nyawanya tak tertolong lagi. Acara adat penguburan dilaksanakan hari Rabu semalam,” ujar Dedy.

Kapolsek mengharapkan dan menghimbau kepada para orangtua yang bekerja diladang. Agar memperhatikan keselamatan anaknya, apalagi yang memiliki bak penampung air di ladang.

“Biar aman, buatlah sekat atau pagar disekitar bak. Agar para orangtua yang memiliki balita tidak kuatir jika meninggalkan anaknya digubuk,” imbau Kapolsek. (Anita)

Loading...
Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.