Kunker Komisi II Lakukan Studi Banding di BPKD Sumbar

Nusantaraterkini.com, Bengkulu – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Suimi Fales mengatakan bahwa Ia beserta rekan telah melakukan Kunjungan Kerja ke Badan Pendapatan Keuangan Daerah, Dinas Koperasi serta UKM di Padang, Sumatera Barat.

Ia menegaskan Kunker ini bertujuan untuk melakukan studi banding, serta mengetahui kondisi dan cara dalam melakukan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tujuannya yaitu studi banding dengan dinas BPKD, bagaimana mereka dapat meningkatkan PADnya,” kata Suimi Sabtu (17/Juni/23) siang.

DPRD Provinsi Bengkulu Lakukan Kunjungan Ke BPKD Tujuan Studi Banding Serta Mengetahui Kondisi Peningkatan PAD

Lewat studi banding tersebut, Suimi melihat bahwa PAD milik Sumatera Barat dengan biaya yang diberikan dari pemerintah pusat hampir berimbang. Sehingga ketergantungan daerah ini terhadap pemerintah pusat sangatlah minim.

                          Kunker Komisi II Lakukan Studi Banding Di BPKD Sumbar

“BPKD inikan ada pendapatan transfer dari pemerintah, PAD dan pendapatan lainnya. Kita lihat PAD nya ini hampir berimbang dengan pendapatan transfer, hanya selisih empat ratus miliar dari enam triliun. Artinya pendapatan mereka sudah mencapai tiga triliun, luar biasakan,” jelasnya.

Lewat studi banding tersebut pihak komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, menggali informasi mengenai apa saja yang dilakukan dalam meningkatkan PAD tersebut. Setelah diketahui rupanya Sumatera Barat melakukan pelayanan pembayaran pajak kendaraan hampir di seluruh tempat wisata.

Sehingga masyarakat dapat membayar pajak kendaraan dimanapun dan kapanpun, tanpa perlu mengantri. Setelah melakukan studi banding tersebut, Komisi II akan melakukan pembahasan dengan mitra yang bersangkutan.

“Jadi mereka ini berfikir bagaimana caranya melayani wajib pajak hanya dengan hitungan menit, akhirnya mereka mendatangi tempat-tempat pariwisata. Jadi sambil masyarakat bersantai mereka bisa sambil membayar pajak, dari hasil ini kami akan melakukan pembahasan bersama mitra komisi,” demikian Suimi.(adv)

 

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.