Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Kunjungi Posko Covid-19 Bengkulu-Lampung, PKB akan Bahas Kekurang APD di DPRD

Loading...

BENGKULU – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Bengkulu terus bergerak mendorong percepatan penanganan wabah corona (Covid-19). Ini diwujudkan dengan pemberian bantuan ke posko pencegahan Covid-19 di wilayah perbatasan Bengkulu.

Usai perbatasan Mukomuko-Sumbar, Kepahiang-Pagar Alam, kali ini DPW PKB Bengkulu memberikan bantuan di perbatasan Bengkulu-Lampung, Kamis (16/4/2020). Sama seperti sebelumnya, DPW PKB Bengkulu memberikan bantuan berupa mie goreng instan tiga dus, air mineral dua dus, jahe merah gula aren siap saji enam botol, susu kental manis dua bungkus, sarung tangan karet 50 pasang dan Desinfektan dua liter.

Kali ini Ketua DPW PKB Bengkulu, Herliardo, ditemani ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Bengkulu, H. Zainal, S.Sos, Kepala kantor DPW PKB Anawar B dan Didi Aryanto Anggota DPRD Kaur. Herliardo menilai, petugas gabungan di posko covid-19 Bengkulu-Lampung tidak mendapatkan fasilitas memadai dari Dinkes Provinsi Bengkulu.

“Kami sengaja mengunjungi dan memberikan bantuan ke posko perbatasan Bengkulu – Lampung, dari temuan yang kami dapati, APD petugas kesehatan, TNI, Polri dan BPBD sangat kurang dan belum memadai, ditambah lagi, untuk tempat cuci tangan saja tidak difasilitasi, padahal mereka adalah pahlawan penjaga perbatasan,” katanya.

Ditambahkan Herliardo, persoalan kekurangan fasilitas alat pelindung diri ini akan dibawa ke tingkat parlemen oleh fraksi PKB untuk dibahas.

“Mereka swadaya untuk mendapatkan masker, sementara APD baju, kacamata dan sarung tangan dari puskesmas. Saya meminta kepada pak Zainal selaku ketua Fraksi PKB di DPRD ketika membahas anggaran untuk penanganan Covid19 nanti, supaya berjuang untuk memenuhi APD di daerah perbatasan sebagai pintu masuk ke Bengkulu,” sambungnya.

Ia berharap, kelengkapan alat pelindung untuk petugas di perbatasan dapat dipenuhi.

“Mereka para tenaga medis, TNI, Polri dan BPDD adalah jung tombak pemeriksaan wabah covid-19, disisi lain para petugas medis juga harus melayani masyarakat di rumah sakit, beban mereka sungguh berat” pungkas Herliardo. (Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.