Kulit Kayu Ilegal Seberat 1,1 Ton Diamankan Satgas Pamtas Papua

NusantaraTerkini.Com, Jayapura – kulit Kayu Masohi ilegal sebanyak 51 karung dengan berat 1,1 Ton berhasil diamankan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Sektor Utara dari Batalyon Infanteri 121/Macan Kumbang tepatnya Pos Yabanda yang dibawa dari negara Papua Nugini (PNG).

51 karung kulit kayu masohi tersebut diamankan dari mobil jenis Toyota Hilux Pick Up warna putih dengan Nopol PA 8136 KB milik NAN (37) warga Tanah Hitam, Distrik Abupura Jayapura Papua.

Penangkapan ini  bermula saat dilaksanakannya patroli keamanan oleh Komandan Pos (Danpos) Yabanda Lettu Inf Ariston Diwan Manik beserta 7 orang anggotanya di hutan Kampung Yabanda Distrik Senggi Kabupaten Keerom Papua.

“Saat keluar dari dalam hutan, personil melihat mobil tersebut dan setelah ditanya tentang dokumen-dokumennya, pemilik ini tidak bisa menunjukkan. Akhirnya pemilik beserta ke 3 rekannya saat itu diperiksa personil Satgas,” ungkap  Dansatgas Yonif 121/MK Letkol Inf Imir Faishal, Senin (28/5/18).

Dari pengakuan NAN, ia membelinya dari salah seorang warga negara PNG atas nama Chris Humai (69) dan hendak menuju ke Arso 2 Kabupaten Keerom, Papua.

“Mereka sebelumnya melaksanakan transaksi jual beli di ujung jalan kampung pinggir hutan, daerah Kampung Yabanda yang dibawa oleh beberapa warga PNG dengan cara dipikul melalui jalan tikus di hutan dan memasuki wilayah negara Indonesia secara illegal,” jelas Damsatgas.

Lebih lanjut, barang bukti tersebut diamankan di Pos Kotis Satgas Yonif 121/MK di Kampung Wonorejo. Pemiliknya sendiri dipersilahkan melanjutkan perjalanan dan disarankan untuk mengurus dokumen yang diperlukan atas kepemilikan kulit kayu masohi tersebut.

“Saya berterimakasih kepada anggota saya yang telah bekerja keras melaksanakan pengamanan garis perbatasan di wilayah tanggung jawab kami sesuai dengan perintah negara kepada kami. Dan kami akan terus mengawasi setiap jalan-jalan tikus yang selama ini digunakan sebagai lalu lintas kegiatan illegal, seperti halnya Kulit Kayu Masohi ini kami berkewajiban dan berhak melaksanakan penindakan apalagi ini berasal dari negara lain yang jelas-jelas masuk secara ilegal. Selain itu kami juga akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya”, tandas Faishal. (fn)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.