Terbit : 20 Desember, 2019 - Jam : 11:22

Kuasa Hukum: Putra Bupati Majalengka Tak Berniat Menembak

MAJALENGKA – Kuasa hukum putra Bupati Majalengka, Dr. Kristiawanto mengatakan berdasarkan keterangan ahli dipersidangan, putra Bupati Majalengka tidak berniat untuk meletuskan senpi. Letusan tersebut terjadi karena perebutan atau tarik menarik antara korban dan terdakwa.

“Saat perebutan laras menghadap keatas sesuai fakta persidangan, jadi ya karena ketidak sengajaan dan senpi dimaksud legal ada ijinnya,” ujar Kris, Jumat (20/12/2019).

Lebih lanjut terkait pengkroyokan ia menjelaskan, kliennya tidak pernah memerintahkan memukul korban dan atau ikut serta memukul korban, akan tetapi hal tersebut dilakukan kepada saudara korban atas inisiatif Udin dan Sholeh.

“Dan hal tersebut telah terungkap dipersidangan,” tegas kris.

Kris menerangkan berdasarkan keterangan dari ahli terkait Visum dr. Anindito Sidhy Andaru atas dasar permintaan visum at rapertum permintaan dari Polres Majalengka. Dalam isi keterangannya dijelaskan tidak ditemukan kelainan pada bagian belakang badan dan anggota gerak bawah korban masih bisa melakukan aktifitas sehari – hari dan luka ditanggannya termasuk luka ringan.

“Terjadinya luka ditangan tidak adanya faktor kesengajaan dan saat persidangan ditunjukan oleh korban luka ditangan dimaksud sudah sembuh seperti semula dan dapat melakukan aktifitas secara normal,” pungkas Dr.Kristiawanto.

Sebelumnya, kasus putra Bupati Majalengka memasuki hari kedua persidangan. Sidang mendengarkan masalah ‘Culpa’ atau kelalaian terdakwa dari keterangan saksi ahli. Kamis (19/12) kemarin.

Saksi ahli pidana 1, Tjudin SH, MH dari Fakultas Hukum UNPAD mengungkapkan bahwa dalam keterangannya ahli pidana menjelaskan perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur mempergunakan senpi tanpa hak sebagaimana yang diatur dalam UU Daraurat No 12 Tahun 1951.

“Terkait culpa (kelalaian) dijelaskan bahwa saudara terdakwa diduga lalai tidak menyimpan kembali senpi yang dimiliki ketempat semula,” ungkapnya saat berada dipersidangan.

Irfan Nur Alam, anak kedua Bupati Majalengka Karna Sobahi, menjadi terdakwa setelah aksinya menembak seorang kontraktor bernama Panji Pamungkasandi hingga menyebabkan luka pada telapak tangan kiri.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Rumah Toko (Ruko) Hana Sakura di Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu (10/11) malam. (GW)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.