KPU Papua Diminta Transparan Laksanakan Pilkada Paniai

NusantaraTerkini.Com, Papua – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua diminta transparan dalam menyelenggarakan Pilkada Kabupaten Paniai yang dijadwalkan pada 25 Juli 2018.

Hal ini disuarakan Solidaritas Peduli Demokrasi Kabupaten Paniai, Papua 2018 dalam jumpa pers, Selasa (17/7) sore.

“Kami meminta kepada KPU Provinsi Papua sebagai penyelenggara Pilkada Kabupaten Paniai agar mempertegas, menjelaskan dan menyampaikan kebutuhan perlengkapan pemilihan logistik dalam bentuk surat putusan dan berita acara pleno sesuai dengan keputusan KPU RI Nomor 9 tahun 2017 pasal 10,11,13 kepada masing-masing Paslon dan masyarakat Kabupaten Paniai.

Apabila tidak diindahkan maka perlengkapan surat suara logistik yang digunakan akan kami anggap illegal karena tidak sesuai norma standar dan prosedur kebutuhan pengadaan logistik di Kabupaten Paniai,” jelas Meki Wetipo ketua Solidaritas Peduli Demokrasi Kabupaten Paniai.

Selain itu, pihaknya juga meminta TNI/Polri tidak menambahkan jumlah anggota dan lebih mendahulukan pendekatan persuasif.

“Hal ini amat penting untuk diperhatikan karena Masyarakat Papua, khususnya Paniai sedang dalam kondisi trauma akibat peristiwa Enaro Berdarah, 8 Desember 2014 lalu,” tambah Meki.

KPU Provinsi Papua juga diminta agar mengambil alih semua proses pelaksanaan Pilkada Kabupaten Paniai, mulai dari penyelenggaraan, kesekretariatan, Bimtek, pleno-pleno hingga dengan penetapan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai.

Mengenai hal ini KPU Papua sudah mengatakan tahapan pilkada Paniai sepenuhnya dilaksanakan KPU Papua.

Tak hanya itu Solidaritas Peduli Demokrasi Kabupaten Paniai juga meminta Panwaslu Kabupaten Paniai dinonaktifkan untuk sementara waktu dan proses Pilkada Kabupaten Paniai diambil ahli oleh Bawaslu Provinsi Papua.

Pilkada Paniai awalnya tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal tanggal 27 Juni 2018 lalu karena berbagai alasan termasuk keamanan.

Pilkada ini nantinya diikuti 23 distrik, 216 kampung, 266 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 100.843 orang.

Bertarung dalam pesta demokrasi tersebut dua pasangan calon yakni Meki Nawipa-Oktopianus Gobay dan paslon Hengki Kayame-Yeheskiel Teneuyo.

Kedua pasangan calon bupati ini atas penetapan SK KPU Nomor 77 yang membatalkan SK Nomor 31, dan menyatakan berlaku SK nomor 29 tentang penetapan dua pasangan calon pada Pilbup Paniai. (FN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.