Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Korps Zeni Bangunan TNI-AD Juga Menjadi Andalan di Rehab RTLH TMMD Banyumas

Loading...

Banyumas – Bagi Sarip (47) dan Rianto (30), tiga orang tukang bangunan asal Desa Petahunan RT. 04 RW. 03, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, bisa bekerja berkolaborasi dengan tukang dari TNI adalah pengalaman baru bagi mereka.

Tampak mereka memadukan ilmu dengan Sertu Tri Purwanto (45), anggota Satgas TMMD dari kesatuan Denzibang 1/IV Purwokerto, untuk merangkai sengkang untuk dijadikan rangka kolom praktis, untuk rehab RTLH milik Tarsim (56), petani dan buruh tani asal Desa Petahunan RT. 06 RW. 03. Rabu (22/7/2020).

Sarip mengatakan, masyarakat setempat banyak yang tak mengira jika TNI yang ditugaskan di desanya banyak yang piawai ilmu pertukangan.

“Saya bangga ternyata TNI AD itu terdiri dari banyak kecambangan, dan salah satunya adalah zeni bangunan,” ungkapnya mengapresiasi.

Sementara menurut Sertu Tri Purwanto, kemampuannya tersebut didapatkan dari pendidikan korpsnya (Zeni), serta karena sering ditugaskan satuannya untuk memperkuat Satgas TMMD Reguler di sejumlah kabupaten di jajaran Korem 071 Wijayakusuma.

“Kemampuan saya juga diasah oleh tukang-tukang masyarakat. Saya banyak juga menimba ilmu dari mereka di lapangan secara otodidak,” ujarnya mengapresiasi juga.

Terpisah disampaikan Danramil 15 Pekuncen, Kodim Banyumas, Kapten Infanteri Subandi, sebagian besar anggota Satgas TMMD yang ditugaskan di Petahunan adalah pilihan, yaitu mampu menukangi kayu dan batu.

“Untuk yang dari satuan tempur juga banyak yang sudah mengerti apa yang akan mereka kerjakan. Banyak dari mereka yang sudah bertugas di TMMD Reguler sebelumnya, baik di pembangunan jalan, jembatan dan rehab RTLH,” bebernya.

Ditambahkannya, sedangkan bagi minoritas yang masih pertama kali bertugas di TMMD, TMMD Petuhan ini akan menjadi bekal bagi mereka di TMMD selanjutnya ataupun saat mereka menjadi Babinsa.

Untuk diketahui, rumah Tarsim dibangun dengan ukuran 11 x 6 meter, dengan pendanaan Rp. 11 juta yang merupakan bantuan UPK (Unit Pengelola Kegiatan) Kecamatan Pekuncen.

Bantuan serupa dari pihak tersebut senilai Rp. 7 juta, juga sedang untuk mengerjakan rumah Sodah (70), janda dan petani RT. 03 RW. 04.

Sementara untuk rumah yang sudah jadi adalah milik Tarman (47), buruh tani asal Desa Petahunan RT. 05 RW. 03, ukuran 5 x 7 meter, dengan bantuan dari BAZNAS Kabupaten Banyumas senilai Rp. 20 juta, dengan hasil pekerjaan ruang tamu, 2 kamar tidur, tempat sholat, 1 kamar mandi dan dapur. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.