Kopi Bengkulu Masuk Dalam Produksi Terbesar 3 Nasional

NusantaraTerkini.Com, – Merupakan salah satu Provinsi penghasil kopi yang terkenal dengan segi tiga emas, yakni kopi Bengkulu. Saat ini Provinsi Bengkulu masuk dalam produksi terbesar tiga nasional. Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Provinsi Bengkulu, Rohidin Mersyah, produksi kopi di Bengkulu telah mencapai angka 60 sampai 70 ribu ton per tahun.

Tentunya hal ini menjadi salah satu PR Pemerintah untuk mengelolah kopi tersebut dengan baik, agar menjadi komoditas ekspor utama Bengkulu. “Selama inikan keluar lewat Lampung dan Sumatera Selatan, ini semua akan kita kelolah dengan industri pengelolahan siap ekspor, tapi bukan untuk di konsumsi, tapi dari petani dikelolah dengan standar-standar ekspor, sehingga nanti ekspornya lewat Pulai Bai,” kata Rohidin, Selasa (27/2/2018).

Disisi lain, lanjut Rohidin, dirinya akan melakukan pembinaan terhadap petani di Bengkulu, agar produktifitas kebun persatuan luas hektarnya tersebut benar standar. “Sekarang memang masih rata-rata satu ton, seharusnya bisa mencapai dua ton pertahun perhektarnya itu, itu akan lebih baik. Kalau bisa petani support dengan bibit yang standarisasi seperti Kepahiang sekarang, itu memberikan bibit stake dengan pendampingan yang bagus dengan petani, sehingga semua produksi nantinya bisa standar,” sambungnya.

Sementara itu, ketua Asoisasi Eksportir Dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), Provinsi Bengkulu, Bebby Hussy menuturkan, nantinya kopi tersebut dari Bengkulu akan dibawa ke Jakarta untuk dikirmkan ke Eropa , karena biaya pengiriman itu akan lebih irit.

“Dulu kita untuk mengekspor Kopi ke Eropa itu harus melalui Lampung, karena sekarang AEKI sudah ada kerja sama dengan Pelindo, jadi kopi kita itu nanti dari Bengkulu kita kirim ke Jakarta, dari Jakarta langsung Eropa, mungkin secara biaya pengiriman itu lebih murah, lebih ekonomis,” pungkasnya. (D2)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You cannot copy content of this page