Kontak Tembak dengan KKSB, Pencoblosan di Nduga Dilaksanakan Besok

NusantaraTerkini.Com, Jayapura – Kontak tembak antara Satuan Pengamanan gabungan Yonif  755/ Yalet serta BKO Brimob Pam Pilkada dengan KKSB di sekitar areal Bandara, Kenyam, Nduga Papua dilaporkan terjadi Pukul 08.15 hingga 09.05 WIT, Rabu (27/6).

Terjadinya kontak tembak tersebut berawal dari Kelompol Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB)  mengeluarkan tembakan berulang-ulang di berbagai tempat tanpa arah disekitar belakang Kantor Bapeda Nduga, disekitar Bandara Kenyam dan dibelakang Kantor keuangan Kabupaten Nduga.

Awalnya pasukan keamanan TNI/Polri memperketat keamanan dan berusaha mengidentifikasi arah datangnya serangan.

Anggota Pos Yonif 755/Yalet yang melihat langsung KKSB memegang senjata segera membalas tembakan tersebut.

“Tidak ada korban dari kejadian tersebut dari pihak keamanan sedangkan belum bisa dipastikan apakah dari pihak KKSB ada yang jatuh korban atau tidak karena segera melarikan diri ke arah hutan,” jelas KapendamX VII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, Rabu (27/6) malam.

Meski tak ada korban, pihak keamanan Aidi mengatakan, laporan dari warga atas nama Tourus Gwijangge bahwa putranya Yonggi Gwijangge (6) mengalami luka di kaki sebelah kiri, diduga terkena peluru nyasar saat sedang berada di dekat rumahnya sekitar 300 M di belakang Pasukan TNI/Polri.

“Setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas korban kembali ke rumah karena hanya menderita luka ringan,” tambah Aidi.

Kelompok separatis yang sekarang berada di Kabupaten Nduga merupakan kelompok gabungan dari Timika, Lani Jaya, Puncak Jaya dan Ndug sendiri.

Hal ini terungkap dalam rapat antara pihak keamanan TNI/Polri dan Bupati Nduga serta Wakil Bupati Nduga, pada Rabu (27/6) siang.

Dalam pertemuan  tersebut disepakati untuk pemungutan suara/pencoblosan dalam Pilkada  dilakukan besok Kamis (28/6) yang terpusat di Kota Kenyam Kabupaten Nduga.

“Saat ini sebagian masyarakat khususnya warga  yang bukan asli Papua masih mengungsi di Koramil dan Polsek Nduga,” tambah Kapendam.

Sementara Danrem 172/PWY Kolonel Inf Binsar Sianipar usai mengikuti rapat tersebut berpesan agar TNI harus selalu waspada dan dapat mengambil tindakan jika situasi dalam keadaan darurat. (FN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.