Terbit : 8 November, 2019 - Jam : 22:35

Kondisi Air Terjun di Benteng Akibat Kemarau Bikin Petani Galau

Loading...

Bengkulu Tengah – Air terjun Cuup Psuk salah satu objek wisata terindah dan menarik yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah. Setiap akhir pekan maupun libur panjang, objek wisata yang terletak di Desa Penembang, Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Namun semenjak dilanda musim kemarau sejak beberapa bulan terakhir, objek wisata di kabupaten yang memiliki julukan ‘Maroba Kite Maju’ tersebut kekeringan. Dampak dari kekeringan itu kunjungan wisatawan menurun drastis. Bahkan kondisi air terjun itu tak seindah biasanya yang bisa membuat orang terposana akan keindahan air terjunnya yang jatuh ke dalam kolam.

Sekretaris Desa (Sekdes) Penembang, Kecamatan Merigi Kelindang, Ari Hanggara mengatakan, air terjun Cuup Psuk tersebut sudah empat bulan mengalami kekeringan akibat dari kemarau panjang yang terjadi saat ini.

“Ya kekeringan ini pengaruh dari musim kemarau panjang. Biasanya rami pengunjung kalau air terjun itu tidak kering seperti sekarang,” kata Ari, Jumat (8/11).

Ari menambahkan, kekeringan seperti ini juga pernah terjadi sebelumnya. Namun, kata Ari kali ini termasuk yang terparah terjadi di objek wisata air terjun Cuup Psuk. Karena jarang terjadi kemarau dengan waktu yang panjang seperti sekarang.

Apalagi, kondisi ini sangat berdampak terhadap warga sekitar. Terlebih bagi para petani, yang galau lantaran sawah milik mereka ikut kekeringan akibat tak ada air yang mengalir. Karena biasanya petani sangat mengandalkan aliran dari air terjun Cuup Psuk itu untuk kesuburan padi-padi mereka.

“Kalau dampaknya sih tidak terlalu signifikan terjadi kepada warga. Cuma dampaknya lebih ke para petani, karena sawah-sawah mereka juga ikut kering,” imbuhnya.

Kini, ucap sekdes, mereka yang sangat mengandalkan air dari aliran objek wisata itu hanya bisa pasrah dengan kondisi seperti sekarang ini sembari menunggu musim hujan tiba. (red)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.