Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Minta Oknum Guru SMA Pelaku Bullying Tes Kejiwaan

Nusantaraterkini.com, Bengkulu – Empat guru serta belasan siswa menjadi pelaku bullying di SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Akibat bullying, korban sampai takut ke sekolah. Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu yang mendengar kabar ini pun meminta agar keempat oknum guru yang menjadi pelaku diperiksa kejiwaannya.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi mengatakan, para pelaku yang merupakan tenaga pendidik tidak seharusnya melakukan perundungan terhadap muridnya. Perilaku mereka seolah-olah melazimkan tindakan perundungan.

“Kita sesalkan perilaku keempat guru ini. Perlu dilakukan tes kejiwaan mereka,” Ucap Edwar, Kamis (3/8/2023).

Menurut dia, profesi guru memiliki keunikan dan keistimewaan dibandingkan profesi lain. Guru diharapkan memiliki peran membantu sekaligus melindungi anak didik. Apalagi, para guru juga dilengkapi dengan sertifikasi.

“Tugas guru ini menjadikan siswa lebih baik dan memiliki prestasi. Sekolah merupakan rumah kedua bagi siswa. Kita sesalkan perilaku perundungan terhadap siswa, yang ternyata juga memiliki riwayat kesehatan yang tidak baik. Seharusnya dijaga dan dilindungi,” lanjutnya.

Mediasi Bullying SMA N 9 Kota Bengkulu

Diketahui sebelumnya, seorang siswa kelas XII IPA di SMAN 9 Bengkulu berinisial K menjadi korban perundungan teman-teman dan gurunya. Perundungan itu dia terima sejak duduk di kelas X.

HM, orang tua K, menjelaskan bahwa bullying ini terungkap setelah K harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Selain karena penyakit autoimunnya, kondisi K menurun karena menerima bullying tersebut.

“Anak saya mengalami perundungan atau bullying berupa verbal, sehingga mengakibatkan anak saya takut ke sekolah. Selain itu, (bullying) membuat drop kesehatan anak saya yang memang sejak 2017 lalu didiagnosa autoimun,” katanya.

Khawatir dengan kondisi kesehatan fisik dan psikologis anaknya, HM pun melaporkan hal ini kepada sekolah. Pihak sekolah pun telah melakukan mediasi serta memanggil oknum guru serta belasan siswa yang terlibat dalam perundungan tersebut.(adv)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.