Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Gelar Raker Bersama Satgas Percepatan Berusaha, Ini Yang Dibahas

Loading...

Blitar – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar menggelar rapat kerja (Raker) bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Berusaha Kabupaten Blitar, bertempat di ruang rapat kerja Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Jumat (03/07/2020).

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Panoto mengatakan, raker kali membahas terkait dengan PT Rejoso Manis Indo (PT RMI) dan PT. Greenfield Indonesia.

“Terkait RMI kita fokus membahas persoalan yang saat ini lagi dihadapi, yaitu soal kemacetan dampak menumpuknya kendaraan pengangkut tebu yang ada diwilayah lingkungan sepanjang jalan Brongkos,” ungkap Panoto ditemui awak media usai rapat.

Dalam hal ini, lanjut Panoto, kita sudah sepakat bahwa yang menjadi persoalan ini, pihak Satgas akan melakukan tindakan-tindakan nyata. Seperti ada keluhan masyarakat terkait kendaraan yang parkir didepan rumah yang akhirnya mengganggu usaha masyarakat.

“Nah, itu harus dilakukan eksekusi. Artinya tidak diperkenan lagi parkir disembarang tempat, yang nanti akan ditindaklanjuti oleh Dinas Perhubungan yang memiliki leading sector, jadi, usai raker ini Dishub harus sudah action untuk melakukan penertiban,” jelasnya.

Ditambahkannya, dalam raker ini juga ada kesepakatan, khususnya di RMI, bahwa harus ada bentuk kesepakatan secara formal yang dituangkan dalam satu dokumen, yakni RMI kerjasama dengan Pemkab Blitar dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani tebu.

“Jadi tidak hanya kelompok-kelompok petani tertentu, tapi secara umum diwadahi dalam bentuk kerjasama antara pemerintah daerah dan PT RMI, supaya ada ikatan bahwa PT tersebut memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat petani tebu di Kabupaten Blitar,” katanya.

Untuk pembahasan selanjutnya, lanjut Panoto, tentang PT. Greenfield Indonesia yakni terkait dampak lingkungan yang sampai saat ini masih membutuhkan evaluasi, yang artinya masih banyak terjadi keluhan masyarakat.

“Jadi, kita mendorong kepada satgas Percepatan Berusaha untuk terus melakukan upaya dalam rangka penuntasan penyelesaian persoalan, khususnya permasalahan limbah,” pungkasnya. (Rid/Adv)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.