Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Gelar Hearing Bersama Sejumlah Petani, Bahas Soal Kelangkaan Pupuk

Loading...

Blitar – Komisi II DPRD Kabupaten Blitar menggelar hearing atau rapat dengar pendapat bersama sejumlah petani Gapoktan Kabupaten Blitar. Hearing yang digelar di ruang rapat kerja DPRD Kabupaten Blitar, Kamis (01/10/2020) siang itu juga menghadirkan pihak eksekutif seperti, Disperindag, Dinas Pertanian dan Bagian Keuangan Pemkab Blitar.

Selain pihak eksekutif, hearing yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Idris Marbawi itu juga menghadirkan perwakilan distributor pupuk. Hearing yang gelar kali ini membahas terkait kelangkaan pupuk bersubsidi dan permasalahan kartu tani.

Ditemui awak media usai hearing, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Idris Marbawi mengatakan, kali ini pihaknya menggelar hearing dengan kelompok tani, distributor pupuk. Dalam hearing ini sudah menghasilkan kesepakatan.

Kesepakatan itu, lanjutnya, terutama dalam hal kebutuhan pupuk bersubsidi di Blitar bagian selatan, bahwa untuk kebutuhan dimusim tanam sampai akhir tahun 2020 akan diprioritaskan kebutuhan sesuai dengan kebutuhan petani.

“Sedangkan kesepakatan lain, akan ada kebijakan khusus soal kartu tani beserta penggunaanya agar nanti petani kita tidak bingung soal kartu tani. Sehingga ada kebijakan tanpa kartu itu nanti secara manual kelompok tani atau para petani bisa membeli pupuk bersubsidi,” jelasnya.

Sambungnya, untuk distributor pupuk bersubsidi, pihaknya meminta penyaluran pupuk sesuai dengan
Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang ada, serta tidak boleh pupuk bersubsidi itu disalahgunakan untuk kelompok-kelompok lain yang tidak berhak menerima pupuk subsidi.

Dalam hearing itu, pihaknya juga merekomendasikan dalam waktu dekat akan melayangkan surat resmi kepada Kementan, khususnya untuk memperhatikan soal pengurangan jatah pupuk bersubsidi dan juga masalah penggunaan kartu tani.

“Diharapkan usai digelar hearing ini, pada musim tanam akhir tahun ini, pupuk sudah tersedia sesuai dengan RDKK yang ada dan tidak ada diskriminasi antara Blitar selatan, utara, barat dan timur. Semuanya kita perlakukan sama,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Ketua Gapoktan Kabupaten Blitar Supran berharap pupuk untuk petani di Kabupaten Blitar lancar sampai ke petani, sehingga para petani bisa memenuhi kebutuhannya dalam satu tahun. (Rid/Adv)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.