Kodam dan Kepolisian Siap Jika Sewaktu-waktu Diminta Membantu Kekeringan

Tegal – Itulah yang disampaikan Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E, M.M, saat dimintai tanggapannya tentang kekeringan yang melanda wilayah Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kamis (25/7/2019).

“Mengatasi bencana kekeringan juga bukan semata-mata menjadi tugas Kodam/Polri saja, namun demikian bila sewaktu-waktu diminta bantuan sesuai prosedur, kami siap untuk membantu,” tegasnya.

Dalam tinjau lokasi TMMD Reguler 105 Kodim 0712 Tegal ini, Pangdam menilai belum perlu adanya penyiraman melalui udara di lahan para petani.

Beberapa waktu yang lalu (22/7), ahli geologi asal Kota Semarang, Dwiyanto (68) mantan dosen geologi dan teknik sipil UNDIP Semarang, telah diterjunkan Korem 071 Wijayakusuma guna memetakan sumber air bawah tanah, tepatnya di lokasi tower air di depan SDN Jatimulya 03 Dukuh Sigerung, Jatimulya, dan hasil pengukuran dengan menggunakan alat geolistrik menunggu waktu seminggu.

Dibenarkan Dansatgas TMMD, Letkol Infanteri Richard Arnold Yeheskiel Sangari, SE.MM, bahwa setelah ditemukan adanya sumber, maka akan disampaikan kepada dinas terkait untuk ditindaklanjuti dengan pengeboran untuk mendapatkan air bersih.

Sementara untuk kekeringan areal persawahan, pemerintah daerah bersama BBWS Pemali-Comal telah menganggarkan normalisasi Waduk Cacaban di Desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, di tahun depan atau 2020. Waduk dengan luas areal mencapai 928,7 hektar ini diharapkan mampu kembali menampung air dengan volume sebanyak 90 juta m³.

Hadirnya TMMD Reguler di Jatimulya, selain stakeholder juga telah menggugah beberapa relawan ataupun swasta perorangan untuk memberikan bantuan puluhan ribu air bersih keperluan rumah tangga, dengan mendatangkan truk-truk tangki secara periodik. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.