Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

KNPI: ASN dan Honorer Tinggal Sementara di Paluta

Loading...

Padang Lawas Utara – Aliansi Ormas/OKP dan Organisasi Profesi Kesehatan se-Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) meminta kepada Bupati Paluta Andar Amin Harahap SSTP M.Si agar melakukan penegasan kepada semua ASN dan tenaga honorer di lingkungan Pemkab Paluta yang berdomisili di Kota Padang Sidimpuan agar bertempat tinggal sementara di Paluta selama pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan saat rapat koordinasi bersama tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Paluta di Kantor Bupati. Turut hadir dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Paluta, Dandim 0212/TS, Kapolres Tapanuli Selatan, Kakan Kemenag Paluta, KNPI Paluta, Ketua NU Paluta, Ketua MUI Paluta dan undangan lainnya.

Sekretaris KNPI Paluta, Anwarsyah Siregar ST mengatakan, rekomendasi tersebut disampaikan kepada Bupati setelah perkembangan terbaru 1 kasus orang PDP yang meninggal dunia dan ditetapkannya Kota Padang Sidimpuan menjadi status Darurat Covid-19.

“Hal ini tentu membuat kita semua harus meningkatkan kewaspadaan secara maksimal dengan mengerahkan segala potensi dan kekuatan yang ada agar kita dapat memutus mata rantai penularan pandemi Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan,” kata Anwar, Selasa, (7/4) di Gunung Tua.

Tambahnya, sesuai dengan pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 dari Kemenkes apabila setiap pelaku perjalanan dari area terjangkit maka diharuskan untuk melakukan karantina mandiri, jika tempat tinggalnya masih di Kota Padang Sidimpuan maka upaya pencegahan yang sesuai dengan pedoman tersebut tidak dapat dilakukan.

“Untuk itu kami berharap perlu ketegasan dari Bapak Bupati untuk mengintruksikan semua ASN dan tenaga honorer bertempat tinggal sementara di Paluta demi mencegah penularan dan memutus mata rantai Covid-19,” ujarnya.

Hingga saat ini, Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Paluta mencatat terdapat 1 orang pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pantauan (ODP) 4 orang dan 2064 orang pelaku perjalanan dipantau di Paluta. Sebelumnya ada sebanyak 102 orang pelaku perjalanan dipantau telah lewat masa pemantauan. (AYH)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.