Kisah Sedih Albina, Remaja Sekadau yang Berhenti Sekolah karena Tumor

Loading...

Sekadau – Nasib malang menimpa Albina Kanisien (14) salah seorang siwi SMP SMP Katolik St. Gabriel Sekadau. Remaja yang tinggal Jl. Rawak Gang Murai, Sekadau Hilir, Kalimantan Barat ini harus terbaring lemah akibat menderita tumor di bagian kaki.

Penyakit ini sudah diderita Albina sejak empat bulan lalu. Sejak saat itu, putri pasangan Anita dan Igutan ini harus berhenti sekolah dan melewatkan pendidikan seperti remaja pada umumnya.

Albina kini hanya berdiam diri di rumah. Penyakit yang menempel di lututnya ini membuatnya kesulitan bergerak. Selama berbulan-bulan Albina hanya berbaring di atas kasur di rumah orang tuanya yang berdinding papan.

Keterbatasan biaya menjadi alasan kenapa Albina belum mendapatkan perawatan medis. Albina sempat dirujuk ke rumah sakit Sintang. Namun karena minim fasilitas, Albina harus kembali dirujuk ke RSUD Sekadau dan RSUD Soedarso, Pontianak. Terakhir, Albina dirujuk untuk berobat ke Jakarta.

“Sesuai rekomendasi dari RSUD Sudarso sudah harus ke Pontianak untuk cek kondisi Anita sebelum berangkat ke Jakarta,” ujar Anita saat disambangi Ikatan Wartawan Online Sekadau, Kamis (20/20/2020).

Kesehatan Albina kian hari kian memburuk. Orang tuanya yang hanya bekerja sebagai buruh kasar tidak mampu untuk membiayai pengobatan Albina. Selama ini Albina dibiayai melalu kartu BPJS.

Kondisi ini membuat orang tuanya berharap adanya bantuan dari pemerintah, maupun dermawan untuk membantu kesembuhan Albina.

“Sangat berharap bantuan dari donatur dan pemerintah untuk kesembuhan anaknya, kami hanya berbekal BPJS selama anak kami menjalani perawatan,” tutur Anita. (jr)

Rekomendasi

3 Komen
  1. Damus berkata

    Tuhan berikan kesembuhan buat Albina,engkau kirimkan donatur dan Dermawan org2 di dunia ini Ya Tuhan

  2. Maya berkata

    Maaf koreksi sedikit nama Sekolah. Yang benar adalahal SMP Katolik St. Gabriel. Bukan SMP Kristen Gabriel.

  3. redaksi berkata

    Siap terimakasih atas perhatiannya

Ruangan komen telah ditutup.

Aksi Dilarang