Ini Kisah Bocah 12 Tahun Korban Selamat Dari Jatuhnya Pesawat Di Papua

NusantaraTerkini.Com, Papua – Muhammad Jumaidi bocah 12 tahun korban selamat dari jatuhnya pesawat Demonim Air PK-HVQ di Gunung Menuk Oksibil Papua sempat menyita perhatian publik.

Kepada seorang perawat yang menemaninya terbang ke Jayapura saat dirinya dievakuasi ia bercerita panjang lebar tentang kejadian mengerikan itu.

“Begitu terdengar alarm sebagai tanda jatuhnya pesawat ia (Jumaidi) dipeluk ayahnya dan bersama-sama melompat keluar,” kata Andreas Tukan kepada sejumlah awak media, saat ikut mengevakuasi Junaidi di RS. Bhayangkara, Jayapura, Papua Minggu (12/8) sore.

Sayangnya, ayah Junaidi tak bisa selamat dalam insiden tersebut. Walau Jumaidi juga sempat tak sadarkan diri.

Setelah siuman, kata Andreas Jumaidi yang dalam kondisi patah lengan kanan dan cedera ringan lainnya sempat berjalan memasuki bangkai pesawat untuk mencari air minum.

“Dia bilang ke saya saat itu karena haus ia sempat masuk ke dalam bangkai pesawat dan tidur di dalam, mungkin bersama sebagian jenazah penumpang lainnya yang tak selamat,” ujar Andreas.

Memang kondisi pesawat dari foto tim SAR gabungan nampak tak begitu hancur. Bagian depan pesawat saja yang terlihat hancur, sementara bagian tengah dan belakang masih utuh meski penyok sana-sini.

Ajaib Pesawat Jatuh 1 Bocah Selamat, Penumpang Lain Tewas

Kondisi Pesawat Yang Jatuh, Nampak Dari Samping

Andre, sapaan akrab perawat ini juga takjub dengan sosok Jumaidi yang tetap tegar dan nampak stabil, padahal baru saja alami kejadian yang mengerikan. Jatuh dengan pesawat dan ‘menginap’ di dalam hutan belantara Papua dengan segala resiko yang ada.

Dua Penumpang Lain Bertahan Hidup Hingga Shubuh

Kepada Andre Jumaidi juga mengaku ada 2 penumpang lainnya yang awalnya selamat namun akhirnya meninggal dunia pada waktu shubuh.

“Ia Pak Mantri ada penumpang lain yang hidup tapi meninggal pagi tadi,” kata Andre menirukan perkataan bocah hebat ini.

Kondisi stabil Jumaidi juga dibenarkan Dokter yang menanganinya di RS. Bhayangkara.

“Dia masuk ke rumah sakit dengan hemodinamik stabil. Itu artinya tak ada pendarahan yang mengancam jiwanya,” jelas dr. Hery Budiono.

Namun dikatakan, pada bagian kepala Jumaidi terdapat cedera kepala ringan karena sempat kehilangan kesadaran setelah kejadia itu.

“Pasien alami patah tulang tertutup di lengan kanan. Kami masih lakukan diagnostic dan foto tulang belakangnya karena pasien juga merasa nyeri di daerah tulang belakang,” tambah Hery.

Meski belum dapat menyimpulkan kesehatan Jumaidi secara keseluruhan, namun kondisi Jumaidi dikatakan stabil.

Sebelumnya, dari data yang berhasil dihimpun wartawan, Tim SAR gabungan berhasil tiba di lokasi jatuhnya pesawat pada pukul 9.20 WIT, Minggu (12/8) pagi ini.

Pukul 10.15 WIT, Anggota Basarnas di TKP melaporkan M.Jumaidi penumpang pesawat tersebut dinyatakan selamat dan telah dievakuasi oleh masyarakat ke posko Aju Kampung Okatem Distrik Serambakon kemudian dievakuasi ke Posko SAR kota Oksibil.

Jumaidi kemudian dievakuasi dari Oksibil ke Sentani, Jayapura dengan menggunakan pesawat Dimonim Air PK HVC.

Sementara 8 Jenazah hingga sore dikabarkan masih berada di RSUD Oksibil.
Dan 2 Jenazah yakni Pilot dan CoPilot akan di terbangkan ke sentani dengan menggunakan Pesawat Dimonim pada senin 13 Agustus 2018. ***

Faisal N

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You cannot copy content of this page