Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Ketua Persit Kodim Banyumas : Ayo Guys ke Curug Nangga Indah Sekali

Loading...

Banyumas – Itulah yang diutarakan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XVI Kodim 0701 Banyumas Ny. Wiwin Candra atau Wiwin Apriyanti, S.ST, saat melihat indahnya air terjun bertingkat tujuh yang ada di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Minggu (2/8/2020).

Tampak dirinya memakai baju kuning, didampingi suaminya yaitu Dandim Banyumas, Letkol Infanteri Candra, SE, M.I.Pol (kaos hijau), yang merupakan mantan Dansatgas TMMD Reguler 108 Banyumas, pemimpin ratusan Satgas yang sebelumnya membangun infrastruktur menuju obyek wisata tersebut, yakni jalan beton 1,8 kilometer lebar 3,75 meter, 1 unit jembatan 6 x 2,3 meter, 3 unit gorong-gorong dan sejumlah talud sebagai penguat beton.

Wiwin mengaku baru pertama kali melihat air terjun berundak yang ternyata ada di Petahunan.

“Kalau belum kesini langsung pasti tidak percaya. Makanya, ayo guys kemari karena jalannya sudah bagus dibangun TNI, Polri, segenap unsur dan masyarakat Petahunan,” ujarnya mengapresiasi.

Selain Curug Nangga, Wiwin juga berkesempatan mengunjungi Lokawisata Bukit Watu Kumpul, Petahunan, karena di titik ketinggian obyek wisata pemandangan alam ini dijadikan sebagai tempat latihan para atlet paralayang KONI Banyumas.

Sekedar diketahui, sebelum jalan TMMD setebal 20 centimeter itu jadi, para wisatawan cenderung hanya mengunjungi Bukit Watu Kumpul karena aksesnya mudah, daripada ke Curug Nangga yang harus berjalan kaki menyusuri jalan batu setapak sejauh 2 kilometer dari tempat parkir di Dukuh/Desa Petahunan.

Selain Curug Nangga, jalan beton TMMD itu akan menjadi cikal bakal pembangunan akses selanjutnya, untuk menyambung ke sejumlah potensi wisata lainnya di sekitar jalan beton, yaitu Curug Rinjing, Curug Pengantin, Tuk Pengasinan (mata air asin), Makam Eyang Gusti Aji (ulama penyebar agama islam), dan juga petilasan pertapaan Ki Ajar Wirangrong (Brahmana sakti jaman kerajaan Pajajaran). (Aan/Red)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.