Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Dukung Langkah Dirut dan Wadir Uk Benahi Manajemen RSUD M. Yunus Bengkulu

BENGKULU –  Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi mendukung langkah dan kinerja Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Yunus Bengkulu dr. Anjari Wahyu Wardhani bersama Wadir keuangan Sukardi yang terus gencar melakukan pembenahan serta perubahan optimalisasi pelayanan terhadap masyarakat Provinsi Bengkulu.

“Kita berikan kesempatan dulu dengan ibu direktur yang dari kalangan non ASN untuk pembenahan dari segi manajemen dan pelayanan lainnya,” kata Edwar Samsi, kamis (26/01/2023)

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu ini menyebut, memang Dirut RSUD M
Yunus Bengkulu agak berbeda dari daerah lain, karena dijabat dari kalangan non ASN. Namun perlu diingat, dari kalangan ASN juga pernah menjabat Dirut RSUD M. Yunus Bengkulu tetapi justru tidak maju-maju.

“Dulu kita sudah mencoba dari kalangan ASN, justru tidak maju-maju, bahkan dua tahun terakhir tidak mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK). Lucu lah dalam dua tahun tidak mendapatkan dana DAK maupun dana-dana yang lain. Nah justru saat dijabat ibu Dirut yang sekarang, menurut informasi yang kita dapat itu mendapatkan dana DAK,” kata Edwar Samsi.

Edwar Samsi menyatakan, tentu dalam mendapatkan DAK itu tidak lepas dari lobi-lobi Dirut beserta jajaran RSUD M. Yunus Bengkulu ke Kementerian Kesehatan, artinya jabatan Dirut tidak harus dituntut dari kalangan ASN, oleh sebab itu perlu diberikan kesempatan bagi Dirut yang dari kalangan profesional.

“Beberapa bulan lalu saya bersama Komisi IV berkunjung ke RS. Al-Ikhsan di Bandung, dan itu dijabat dari kalangan profesional, sebelumnya dijabat dari kalangan ASN. Nah yang sebelumnya dijabat ASN itu merugi, ada hutang, masalah insentif tenaga medis, sekarang mereka maju dan mempekerjakan 1200 karyawan dan 300 diantaranya ASN, nah bayangkan, itu termasuk membuka lapangan kerja,” jelas Edwar Samsi.

Edwar Samsi menuturkan, tentu terpilihnya Dirut dari kalangan profesional ini melewati pemilihan yang penuh pertimbangan dan kajian matang dari Pemerintah. Menurut Edwar Samsi, kebijakan Gubernur memilih dari kalangan non ASN sudah tepat.

“Saya kira kebijakan Gubernur terkait jabatan Dirut sudah tepat sekali, dan mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Dirut dari kalangan profesional ini lebih baik lagi dengan catatan beri kesempatan, dan satu yang perlu saya ingatkan, jangan dicampur dengan muatan politis, karena siapapun yang menjabat kalau sudah ada muatan politis saya yakin RSUD M Yunus tidak akan maju-maju,” demikian Edwar Samsi. (adv)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.

You cannot copy content of this page