Ketua DPRD Butur Mengecam Bantuan PKH di Politisir 

Butur- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Utara (Butur) Diwan sering mendapatkan laporan intimidasi oknum yang tidak bertanggung jawab kepada masyarakat terkait Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

“sudah lama dan banyak masyarakat yang melaporkan hal ini kepada saya, bahwa mereka diancam jika tidak memilih salah satu pasangan calon nama mereka akan dicoret dari Bantuan PKH,” kata Diwan saat diwawancarai di Sekretariat Forum Jurnalis Butur (FJB), Kelurahan Lakonea. Selasa (17/11/20).

Terkait persoalan itu dirinya harus mengambil mekanisme yang sesungguhnya, jika ada pengancaman atau intimidasi seperti itu harus ada barang bukti seperti tulisan rekaman, dan video.

“jika ada bukti konkrit seperti tulisan, rekaman, maupun video segera bawa di kantor DPRD, lalu kita akan proses sesuai mekanisme,” tuturnya.

Intimidasi yang dilakukan oknum ataupun salah satu paslon merupakan pola politik pembodohan untuk menaikan elektabilitasnya, dan pihak DPRD Butur mengecam keras tindakan seperti itu.

“terlepas dari hubungan politik tugas saya sebagai Ketua DPRD Butur adalah melindungi masyarakat dari ancaman dan intimidasi seperti itu,” tegasnya.

“jadi kepada masyarakat bila mempunyai bukti segera bawa di DPR dan kita ketahui oknumnya maupun dia Kepala Desa, Lurah, Kepada Bidang, Kadis, ataupun Bupati Sekalipun kita akan tindak lanjuti,” ketusnya.

Ia menambahkan PKH adalah merupakan program pemerintah pusat dan semua datanya sudah ada. Tidak ada yang bisa merubah ataupun nama yang sudah terdata siapapun itu.

“nama yang terdaftar untuk mendapatkan PKH berarti mereka yang benar benar layak dapat bantuan tersebut, tentunya jika ada pergantian nama berarti harus ada mekanisme untuk melakukan pergantian tersebut. Jadi tidak ada alasan serta merta mengganti nama yang mendapatkan bantuan PKH,” tambah Diwan.

(Boy)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.