Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Kepala Desa Kesilir Terkesan Tertutup, Soal Proyek Pembangunan Jalan

Loading...

Proyek pembangunan jalan di wilayah RT. 01, RW. 05, Dusun Tegal Banteng Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember terkesan kurang transparan alias ditutup-tutupi.Jum’at, (17/7).

Sebab, pembangunan jalan yang menurut informasi bersumber dari alokasi dana desa, terlihat tidak dilengkapi papan nama informasi proyek yang mencantumkan sumber dana, besarnya anggaran, lokasi maupun volume bangunan.

Bahkan proyek yang kini terlihat sudah rampung pengerjaanya, juga tidak dipasang prasasti, sebagai tanda jika proyek tersebut sudah selesai dibangun.

Padahal jika mengacu Undang-Undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Di setiap lokasi pembangunan proyek selayaknya dipasang papan  informasi proyek yang bertujuan agar pelaksanaan setiap proyek dapat berjalan dengan transparan.

Asas keterbukaan atau transparansi dapat diakses atau dilihat masyarakat umum, sehingga diharapkan masyarakat dapat ikut mengawasi proses pembangunannya.

Kepala Desa Kesilir Suyitno dikonfirmasi Nusantaraterkini.com melalui telepon seluler mengatakan, jika pemberian keterangan kepada awak media tidak perlu, sebab pengerjaan proyek dianggap sudah selesai.Terkait nilai dan alokasi anggaran dirinya juga mengelak dan enggan memberikan keterangan.

“Gak usah konfirmasi, sudah selesai lho pak, ” ujarnya.

Perihal pemasangan papan nama informasi maupun prasasti proyek, Suyitno menganggap itu persoalan sepele dan bisa diatur.

“Prasasti itu ya , prasasti kapan-kapan pesen itu kan tinggal masang pak.Prasasti kan ya gak langsung sekarang-sekarang jadi, ” katanya.

Yang penting, bagi Suyitno, pembangunan sudah terealisasi, masalah prasasti soal belakangan.Bila nanti ada monitoring dan evaluasi (monev) dari pihak pengawas kemudian tinggal dipasang prasasti, maka persoalan ini akan selesai.

Sebenarnya, jelas Suyitno, papan nama dan prasasti sudah dipersiapkan, anehnya hingga proyek selesai belum juga dipasang.

“Yang penting sudah realisasi dan kalau prasasti sebelum nanti ada monev dipasang kan ya sudah.Setelah ini kan biasanya ada monev, ” pungkas.(tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.