Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Kepala Daerah Ciayumajakuning Gelar Rakor PSBB di Majalengka

Loading...

MAJALENGKA – Rapat koordinasi persiapan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Rabu, (06/05) mendatang berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Majalengka.

Bupati Majalengka H. Karna Sobahi turut dihadiri kepala daerah wilayah Kabupaten /Kota Cirebon, Majalengka, Indramayu dan Kuningan (Ciayumajakuning)

Diantaranya, Bupati Kuningan H. Acep Purnama SH, Bupati Cirebon Drs H. Imron, Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat, dan Walikota Cirebon Drs. H. Nasrudin Azis SH.

Kegiatan bernuansakan kekeluargaan ini diisi dengan buka bersama dan dihadiri, Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana,  para Dandim dan Kapolres di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan serta para pejabat juga tamu undangan lainnya.

“Pertemuan ini sebagai wahana silatuhrahmi dan upaya persiapan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sekaligus koordinasi dalam percepatan penanggulangan Covid-19,” kata, Bupati Majalengka H. Karna Sobahi. Minggu, (03/05/2020)

Menurutnya, saat ini kita tengah menjalani ibadah puasa Ramadhan bersamaan dengan musibah Covid-19. Pihaknya mengajak bersama sama berbagi upaya dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona serta memanjatkan do’a, agar wabah virus corona cepat berakhir.

“Kita sedang dihadapkan pada pilihan yang sangat berat dengan diterapkannya PSBB. Untuk itu, kami para kepala daerah di wilayah Ciayumajakuning berkumpul untuk
menyamakan persepsi pemberlakuan PSBB,” imbuhnya.

Bupati menambahkan bahwa pihaknya telah memaksimalkan beragam strategi penanganan Covid-19 di Kabupaten Majalengka sesuai protokoler kesehatan Covid-19.

“Salah satu langkahnya kita sudah mengantisipasi pergerakan pemudik yang pulang kampung. Saat ini tercatat ada 32 ribu pemudik asal Majalengka dan itu menjadi permasalahan jika tidak diantisipasi,” ungkapnya.

Diakhir bupati menyampaikan bahwa ini harus ada kesepakatan dan pahaman dari lima daerah dengan tujuan agar tidak ada kesalahpahaman. Misalnya, siapa saja yang boleh melintasi pada saat PSBB diterapkan.

“Salah satu yang harus kita sepakati dalam pelaksanaan PSBB ini adalah jam operasional pasar, minimarket atau yang menjual sembako di wilayah Ciayumajakuning,” pungkasnya. (GW)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.