Kepala Basarnas : Potensi Sar Banyak Di Papua Sinergitas Semua Pihak Harap Tetap Terjaga

NusantaraTerkini.Com, Papua – Kepala Basarnas Republik Indonesia Marsma TNI M. Syaugi, S.Sos, M.M berkesempatan melakukan kunjungan kerja ( kunker) ke Kantor SAR Jayapura, Selasa (28/8).

Dalam kesempatan itu kepada wartawan Syaugi menyampaikan, potensi SAR (TNI/Polri, Kementrian dan lembaga lainnya termasuk masyarakat) sudah banyak di Papua sehingga diharapkan sinergitas antara potensi SAR dapat terus terjaga.

Dikatakan, prosedur Operasi SAR terhadap suatu kecelakaan, atau bencana atau kondisi yang mengancam nyawa manusia dapat dilakukan dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang ada di wilayah untuk segera melakukan pertolongan.

Hal ini telah diatur dalam Undang-undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.

“Sesuai undang-undang itu, Basarnas berhak menggerakkan segala sumberdaya baik manusianya maupun alat yang dimiliki lembaga lain seperti TNI,Polri atau lembaga kementrian lain termasuk masyarakat untuk turut pada Operasi SAR tersebut,”kata Syaugi, Selasa (28/8).

Sinergitas semua pihak memang diharapkan tetap terjaga, untuk itu ia tak terlalu khawatir jika SAR Jayapura belum memiliki Heli kopter.

“Karena hal itu tidak bisa dilakukan sendiri oleh Basarnas, harus seluruh potensi SAR turut dikerahkan saat ada kecelakaan atau bencana,” jelasnya.

Sinergitas tersebut dilakukan bertujuan untuk memberikan upaya penyelamatan atau evakuasi segera terhadap korban kecelakaan.

Hal ini juga terbukti saat potensi SAR ikut mengevakuasi korban kecelakaan pesawat Dimonim Air di Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang Papua awal bulan lalu.

“Potensi SAR langsung merespon atas kecelakaan itu, dan Basarnas berkoordinasi dengan lembaga yang ada untuk turut melakukan operasi,” terangnya.

Kesediaan armada untuk melakukan operasi pencarian utamanya kecelakaan pesawat diwilayah pegunungan Papua belum skala prioritas untuk wilayah Indonesia Timur.

“Kita memiliki 9 helikopter, namun saat ini terkonsentrasi diwilayah yang minim potensi SAR, karena kita setiap hari menerima kecelakaan di seluruh Indonesia, itu bisa 10 kecelakaan atau lebih laporan, seperti yang di Lombok, 2 helikopter kita ada disana, dan bisa mengevakuasi ribuan orang,” jelasnya.

Dijelaskan, saat ini Basarnas tengah mengadakan program Multi Years untuk pengadaan armada. Dalam waktu dekat yakni dua buah Helikopter dan Kapal Suplay akan didatangkan. (FN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.