Kembalikan Fungsi Hutan, Penanaman bersama 2400 pohon di PLTA Niyama

Nusantaraterkini.com-Tulungagung|Sebagai bentuk kepedulian dalam menjaga keseimbangan alam dari bencana, Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung bersama Forkopimcam Besuki dan Instansi-instansi terkait menggelar kegiatan penanama 1200 pohon kopi dan 1200 pohon alpukat yang berlokasi di lingkup area PLTA Neyama, wilayah kerja perum perhutani RPH Besuki, Rabu, 07 Desember 2022.

Kegiatan kali ini bertajuk Gerakan Penanaman Bersama di Obyek Vital Nasional, turut dihadiri Ketua DPRD Tulungagung Marsono S.Sos, Camat Besuki, Kapolsek Besuki, Danramil Besuki, KKPH Kediri, Pimpinan PJB UP Brantas, Pimpinan PJT Tulungagung, Pimpinan PT Koyo Segoro Indah, Dirut PT Taman Wisata Sumo Suparto, Ketua PMDH Ds Besuki, dan Bapak-bapak Pesanggeman blok Neyama.

Dalam sambutannya Ketua DPRD Tulungagung Marsono S.Sos, mengatakan pentingnya menegakkan aturan dalam menjaga kelestarian, pasalnya akhir tahun ini banyak terjadi bencana di daerah tulungagung selatan dikarenakan kerusakan fungsi hutan.

“aturan tetap ditegakkan negara hadir dalam rangka menata masyarakat sesuai amanah undang2 tanah air bumi dan lain sebagainya menjadi dikuasai negara untuk tujuan memakmurkan rakyat, “ucapnya.

Pihaknya berpesan kepada Forkopimcam Besuki agar menjaga kelestarian hutan dan mengembalikan fungsi hutan dengan baik tanpa menyampingkan tujuan utama dalam mensejahterakan masyarakat.

Saya selalu mendengungkan kembalikan fungsi hutan sesuai fitrahnya, akan tetapi kesejahteraan rakyat tetap menjadi tujuan utama, “tuturnya.

Usai acara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Santoso melui Sekretaris Dinas Makrus manan ,memberikan apresiasinya pada pihak-pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan tersebut dalam rangka upaya pelestarian khususnya kawasan hutan sangatlah penting.

“Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mengembalikan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan akan tetapi yang lebih penting lagi bukan hanya penanaman tapi adalah pemeliharaan tanaman yang berlanjut.” ucapnya

Pihaknya berharap kepada para pesanggem atau penggarap untuk merawat tanaman dg baik sehingga dapat dirasakan manfaatnya baik secara ekologis maupun ekonomis.

“Karena tanaman yg ditanam adalah tanaman holtikultur (alpukat. Petai..kopi dsb) yg dapat berbuah dan dari buahnya bisa dijual belikan sehingga bisa menambah ekonomi masyarakat.”pungkasnya. (gal)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.