Keluh Kesah Petani Bawang Jatimulya Kepada Anggota Satgas TMMD Tegal

Tegal – Kemarau yang berkepanjangan wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, juga melanda wilayah Kecamatan Suradadi, yaitu Desa Jatimulya, Desa sasaran program TMMD Reguler 105 Kodim 0712 Tegal saat ini.

Di Dukuh Bulak Banteng, Jatimulya, banyak petani yang gagal panen dan mengalami kerugian. Berbagai komoditas tanaman yang tidak kuat terhadap kekeringan pun rata-rata mengalami puso atau gagal panen, namun demikian masih ada beberapa hektar sawah yang masih bisa menikmati panen.

Dibenarkan Babinsa Jatimulya Koramil 05 Suradadi, yang juga anggota Satgas TMMD, Serda Mursidi, saat mengunjungi rumah Wawan, RT. 4 RW. 6, bahwa ada sebagian warga binaannya yang masih bisa panen bawang merah, jagung dan padi, karena saat tanam mendahului.

“Ada yang masih bisa panen, cuma ya hasilnya tetap kurang maksimal dan itupun karena rata-rata saat tanamnya mendahului,” terangnya. Senin (29/7/2019).

Sementara itu menurut pengakuan Wawan, bahwa panen saat ini selain hasilnya berkurang jauh karena belum waktunya panen sudah dipanen, juga harga di pasaran cenderung rendah, jadi kalau di hitung hasil panen kali ini hanya pas-pasan saja untuk mengembalikan modal saja. Harga jual bawang merah miliknya berkisar di angka 15 ribu rupiah per kilogram.

“Yah mau gimana lagi pak, nunggu tua nanti malah tidak panen karena sudah tidak ada air dan tanaman bawang akan menyusut, yang penting masih bisa kembali modal saja,” ujarnya.

Dari penjelasan Babinsa, terkait akan dinormalisasinya Waduk Cacaban di wilayah Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, pada tahun 2020 mendatang, Wawan berharap kekeringan yang dialami masyarakat Jatimulya setiap tahun tak terulang kedepannya. Pasalnya, dengan luas areal waduk mencapai 928,7 hektar akan mampu menampung air normal sebanyak 90 juta m³.

Untuk diketahui, penurunan harga bawang merah juga dipicu melimpahnya pasokan di Jakarta, Brebes Jawa Tengah maupun daerah–daerah lainnya yang sedang memasuki masa panen raya. (Rus-Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.