Terbit : 12 Agustus, 2019 - Jam : 12:59

Keluarga Korban Tabrak Lari Kapal di Perairan Taiwan, Dapat Bantuan dari Kodim Tegal

Loading...

Tegal – Dandim 0712 Tegal, Letkol Infanteri Richard Arnold Yeheskiel Sangari, SE.MM, merespon cepat akan musibah yang dialami salah satu warga Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Adalah Paing (68) warga Dukuh Gemahsari RT. 04 RW. 05, kehilangan kontak dengan anak bungsu dari 7 bersaudara yang selama ini menjadi tumpuan utama hidup keluarga, Dasirun (26) ABK (Anak Buah Kapal) yang dikabarkan hilang kontak akibat kapalnya tertabrak tanker saat melaut di perairan Taiwan (3/8).

Melalui Danramil 05 Suradadi, Kapten Infanteri Jamaludin Abbas, S. Ag, bantuan berupa paket Sembako telah diberikan langsung kepada Paing. Senin (12/8/2019).

Sakhidin, SE (54) Kasi Pemerintahan Desa, membenarkan hal ini dan sangat mengapresiasi perhatian Kodim, atas musibah yang menimpa salah satu warganya.

“Mewakili Kepala Desa dan keluarga korban saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pak Richard,” ucapnya mengapresiasi.

Dijelaskannya juga bahwa, kapal pencari ikan yang ditumpangi Dasirun bersama keempat rekannya yaitu ABK dari Kabupaten Brebes, Pemalang, Indramayu dan satu lagi berkewarganegaraan Taiwan, menjadi korban tabrak lari kapal tanker. Kabar diterima Paing dan istrinya Taryu (60), dari kakak kandungnya Suratno/Ratno (33) yang masih berada di Taiwan (3/8), serta pihak kantornya dari Kabupaten Pemalang (7/8).

“Sampai dengan saat ini proses pencarian masih belum mendapatkan kabar menggembirakan,” tandasnya.

Sementara dibenarkan Kapten Jamaludin Abbas, bahwa kakek yang merupakan salah satu warga binaannya tersebut tidak mempunyai pekerjaan maupun sawah, hanya menanam singkong di tanah lepe-lepe di tepi Jalan Raya Jatimulya, sebagai tambahan hidup.

“Ketergantungan kepada Saudara Dasirun yang masih lajang, setiap bulan mengirimi Rp. 1 juta menjadi PR bersama. Keenam saudaranya hanya bisa membantu semampu mereka karena telah berkeluarga dan pas-pasan,” ucapnya menimpali.

Paing juga mengalami cacat kaki saat bekerja sebagai buruh tebang tebu dengan terjatuh dari mobil 20 tahun silam.

Sementara dari keterangan Paing, inilah bantuan pertama kali yang diterimanya semenjak dahulu. Ia juga berharap, Kedubes RI di Taiwan membantunya mendapatkan informasi keberadaan putranya tersebut.

Peran media massa yang mendukung penuh pemberitaan TMMD Reguler 105 Tegal selama ini, telah mendatangkan satu bantuan kepada Paing, yang kemungkinan besar kehilangan penopang utama keluarga. (Aan/Red)

Loading...
Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.