Kejati Belum Terima Berkas Perkara Kasus Tembak Mati Oknum Polhut Dody Setiawan

Nusantaraterkini.com (Surabaya) – Berkas perkara oknum polisi hutan (polhut) Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) Jember, tersangka Dody Setiawan dalam kasus tembak mati pada Aris Samba tanggal 03 Oktober 2019 belum diterima Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Demikian diungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Faturohman saat ditanya awak media ini, Rabu (10/3/2021). 

“Belum masuk mas, belum dilimpahkan,” ucapnya singkat, melalui pesan WhatsApp (WA).

Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Jatim yang menangani kasus tembak mati tersebut menjerat tersangka Dody Setiawan dengan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 359 KUHP tentang dugaan tindak pidana pembunuhan dan atau karena salahnya mengakibatkan kematian orang. Pasal 338 KUHP ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, sedangkan Pasal 359 KUHP ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Alananto, kuasa hukum Mursid Effendy, kakak kandung korban Aris Samba sekaligus pelapor dalam kasus tembak mati tersebut, Sabtu (6/3/2021) mengatakan tersangka Dody Setiawan tidak ditahan dan tidak diketahui keberadaannya. Alan, begitu sapaan akrabnya, berharap supaya penyidik Polda Jatim dan Kejati Jatim segera melimpahkan perkara ini ke pengadilan.

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation yang dikenal sebagai pegiat HAM, Haris Azhar, Selasa (9/3/2021) meminta tersangka Dody Setiawan ditahan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko, Jumat (5/3/2021) menjelaskan rencana tindak lanjut penyidik adalah melengkapi dan mengirim berkas perkara tersangka Dody Setiawan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Selain itu Gatot, begitu sapaan akrabnya, menjelaskan penyidik juga akan menyerahkan tersangka Dody Setiawan dan barang bukti ke JPU. Namun sayangnya, Gatot tidak menjawab sewaktu ditanya apakah saat ini tersangka Dody Setiawan ditahan atau tidak.

Oknum polhut TNMB Jember, Dody Setiawan harus tersandung perkara hukum gegara menembak mati Aris Samba, terduga pencuri kayu tanggal 3 Oktober 2019 dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Blok Donglo Wilayah Kerja Resort Wonoasri, masuk area TNMB, Jember. Mursid Effendy kakak kandung korban Aris Samba melaporkan penembakan adiknya tersebut ke Polsek Tempurejo dan terbit LP/K/104/X/2019/JATIM/RES JEMBER/ SEK TEMPUREJO, tanggal 3 Oktober 2019. Selanjutnya oknum polhut ini ditetapkan tersangka setelah penyidik melakukan gelar penetapan tersangka sesuai surat ketetapan tersangka nomor : S.Tap/357/X/Res.1.7./2019/Reskrim, tanggal 4 Oktober 2019.

Kasus tembak mati ini akhirnya diambil alih Polda Jatim berdasarkan Surat Kapolres Jember Nomor : B/1197/X/RE.1.7/2019/Reskrim, tanggal 7 Oktober 2019 tentang pelimpahan penanganan perkara dan ditangani Subdit I Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Jatim.

Barang bukti yang disita dalam perkara ini yaitu satu buah senjata api Pindad, 4 butir amunisi kaliber 9 mm, 1 magasin, kaos berwarna merah kaos oblong warna hijau, celana panjang training biru, celana pendek hitam, kemeja panjang jeans, kartu penguasaan senpi Nomor Polisi : KI/Pengpin/1190.a/XII/2018 atas nama Dody Setiawan, dan Visum et Repertum (VeR) : IFRS 19.019, tanggal 04 Oktober 2019 yang dikeluarkan RSUD Dr. Soebandi. (Fajar Yudha Wardhana)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.