Kecam Aksi KKSB, Ampera Minta Masyarakat Tak Berlebihan Tanggapi Hasil Hitung Cepat Pilkada

NusantaraTerkini.Com, Jayapura – Kecaman terhadap kelompok kriminal bersenjata atas aksinya belum lama ini di beberapa wilayah Pegunungan Papua terus bergulir di publik Papua.

Pak -HAM Papua, Barisan Merah Putih Papua dan juga pihak TNI/Polri dan sejumlah OKP di Papua mengutuk aksi tersebut.

Aliansi Pemuda Mahasiswa dan Rakyat (Ampera) Papua juga ikut angkat bicara mengenai dinamika politik, keamanan dan suasana Pilkada di Tanah Papua yang kian memanas, terutama ikut mengecam penembakan itu.

Tak hanya mengutuk aksi penembakan yang terjadi di beberapa daerah, Ampera Papua juga meminta masyarakat tak berlebihan dalam menanggapi hitungan cepat yang beredar, baik dari pihak KPU Papua maupun tim sukses masing-masing paslon.

“Rentetan kasus penembakan di wilayah pegunungan Papua harus diusut tuntas dan ditindak tegas. Kami juga menyatakan sikap menolak kegiatan radikal yang mengancam stabilitas keamanan,” ungkap Stenly Salamahu Sayuri Ketua Umum Ampera Papua dalam jumpa pers di Abepura, Papua Sabtu (30/1) sore.

Kepada wartawan Stenly juga meminta paslon gubernur dan wakil gubernur Papua agar bersikap sportif terkait hasil penetapan nanti.

“Para calon ini juga harus menunjukan sikap tulus diluar dari ambisinya menjadi kepala daerah,” jelas Stenly yang didampingi Kornelius selaku  Koordinator Bidang Pemberdayaan Ampera Papua. 

Publik di Papua melalui medsos ramai membicarakan hitungan cepat yang ada. Meski konflik soal ini belum ada laporannya, banyak akun facebook yang saling mencaci satu sama lain.

Kurang dewasanya publik di dunia maya dikhawatirkan dapat menimbulkan konflik yang merugikan masyarakat umum yang tentu tak mau adanya gangguan hingga penetapan gubernur Papua.

Sementara untuk diketahui, gangguan KKB di momen pilkada ini terjadi sejak Jumat 22 Juni lalu. Dimana Pesawat Twin Otter Dimonim Air PK-HVU rute Timika-Kenyam ditembak saat mendarat di Kenyam. Sepihan peluru tembakan itu mengenai kaki ci pilot wanita atas nama Irena Nur Fadila (25).

Selanjutnya tiga hari kemudian, KKB melakukan penembakan terhadap pesawat Trigana Air di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua pada Senin 25 Juni 2018. Pesawat tersebut mengangkut logistik Pilkada dan 15 personel Brimob Polri. Pilot Trigana Air juga terkena serpihan di bahunya.

Dalam peristiwa tersebut, KKB dalam pelariannya menembaki warga di sekitar Bandara Kenyam dan menewaskan tiga warga sipil serta satu anak terluka. Aksi tersebut telah menggagalkan pelaksanaan pemungutan suara di Kabupaten Nduga.

Tak sampai disitu, pada pelaksanaan pencoblosan, Rabu 27 Juni 2018, sejumlah penembakkan terjadi di beberapa wilayah pegunungan Papua.

Di sekitar Bandara Kenyam, Nduga, KKB melakukan penembakan tak terarah. Tak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut namun baku tembak sempat terjadi antara KKB dan TNI/Polri.

Di hari yang sama, KKB juga menembaki warga dan aparat di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya saat melewati sungai menggunakan sped boat. Dua anggota Polri hilang dan kepala distrik di wilayah itu tewas.

KKB juga menembak tukang ojek di Distrik Waegi, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Rabu siang.

Sejumlah aksi KKB ini memang sebagai bentuk penolakan pelaksanaan Pilkada di Papua. (FN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.