Kebutuhan Uang Kertas di Bulan Ramadhan Diprediksi Naik Hingga 3 Triliun

NusantaraTerkini.Com, Jayapura – Kebutuhan uang tunai di Papua diprediksi bertambah hingga 54 persen (uang pecahan besar) dan 23 persen (uang pecahan kecil) di bulan Suci Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

“Berdasarkan data di 2017, realisasi jumlah penarikan uang oleh perbankan dan masyarakat di Papua mencapai Rp 2,14 Triliyun. Di tahun ini Bank Indonesia pridiksikan adanya kenaikan hingga Rp 3 Triliyun,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Inonesia (BI) Provinsi Papua Joko Supratikto dalam jumpa pers, Senin (28/5/18).

Kenaikan ini, sambung Joko, dilihat dari kebutuhan pembayaran gaji dan THR serta kebutuhan pengisian untuk ATM dan pertumbuhan ekonomi di Papua.

“Untuk menghadapi kenaikan dimaksud, Kantor Perwakilan Wilayah Papua Bank Indonesia (BI) Papua telah menyiapkan uang tunai sekitar Rp 3,03 Triliun,” tambah Joko.

Disisi lain, Kantor Perwakilan BI Papua juga akan melakukan kegiatan pelayanan penukaran uang kecil tanpa dipungut biaya yang dimulai pada 4 Juni 2018.

“Selain itu, kami juga bekerja sama dengan bank-bank umum, dimana masing-masing kantor bank akan membuka layanan penukaran uang kepada masyarakat. Ada juga pelayanan luar kantor yang dilakukan dengan  kas keliling,” pungkasnya. (FN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.