Kasus Wanprestasi Bisnis Mesin Air Minum Diproses Pidana Dipertanyakan

Nusantaraterkini.com (Surabaya) – Kesepakatan jual beli satu unit mesin galon air minum dan satu unit mesin cup beserta kelengkapannya di tahun 2016 antara Bertha Dasmasela (pembeli) dengan Theresia Lely Damayanti (penjual) senilai total Rp 740.170.000,- (Tujuh Ratus Empat Puluh Juta Seratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah) berujung ke ranah hukum. Pasalnya, pihak Bertha Dasmasela melalui kuasa hukumnya tanggal 25 Februari 2021, mengirimkan surat laporan pengaduan penipuan dan penggelapan kepada Polrestabes Surabaya yang diduga dilakukan Theresia Lely Damayanti.

Laporan pengaduan tersebut ditindaklanjuti Unit 7 Satreskrim Polrestabes Surabaya dengan mengirimkan surat panggilan tanggal 9 Maret 2021 untuk permintaan keterangan kepada Theresia Lely Damayanti yang diminta hadir hari Selasa, 16 Maret 2021, pukul 13.00 WIB. Theresia Lely Damayanti dan tim kuasa hukumnya datang memenuhi panggilan penyidik dan baru keluar dari Satreskrim Polrestabes Surabaya sekitar pukul 15.30 WIB.

 

Theresia Lely Damayanti melalui salah satu tim kuasa hukumnya, Yusuf Andriana, Selasa (16/3/2021) berpendapat kasus kliennya adalah perkara perdata bukan pidana. Apalagi menurutnya pihak pelapor Bertha Dasmasela juga sudah melakukan gugatan Wanprestasi ke PN Surabaya Nomor 217/Pdt.G/2021/PN. Sby, dimana Theresia Lely Damayanti menjadi pihak tergugat.

“Dari kesepakatan sejumlah Rp 740.170.000, ibu Theresia Lely Damayanti sesuai gugatan Wanprestasi tersebut untuk pekerjaan yang belum terselesaikan tinggal senilai Rp 106 juta. Artinya klien saya mempunyai itikad baik menyelesaikan kewajibannya, tetapi memang harap bersabar dan dimaklumi karena sekarang lagi kondisi pandemi Covid-19, sehingga ekonomi dan keuangan sedang sulit,” jelasnya.

Yusuf Andriana meminta pihak penyidik unit 7 Satreskrim Polrestabes Surabaya menangguhkan perkara pidana dugaan tipu gelap yang disangkakan kepada kliennya itu, karena sedang ada perkara perdata gugatan Wanprestasi atas kasus yang sama. Dasarnya kata Yusuf Andriana adalah Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 1956.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahardian Purwono, Rabu (17/3/2021) saat dikonfirmasi terkait perkara dugaan tindak pidana tipu gelap atas nama terlapor Theresia Lely Damayati yang menurut pendapat kuasa hukumnya merupakan perkara perdata menyampaikan pihaknya sedang mendalami kasusnya.

Hendra Sasmita, kuasa hukum pelapor Bertha Dasmasela, Rabu (17/3/2021) tidak mau memberikan tanggapan atas perkara dugaan tindak pidana tipu gelap tersebut. Bertha Dasmasela di hari yang sama sewaktu diminta tanggapan mengatakan menyerahkan masalahnya kepada pengacara. (Fajar Yudha Wardhana)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.