Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Karyawan PT Alam Sari Resah, Proses Akuisisi Dinilai Langgar UU

Loading...

INHU – Ratusan karyawan perusahaan Perkebunan Sawit , PT Alam Sari atau dikenal dengan Perkebunan Kelapa Sawit, kini resah. Sebab, proses akuisisi PT Alam Sari, dinilai karyawan banyak menabrak aturan perundang-undangan hak-hak karyawan.

Humas PT alam Sari, Rusman (52) menyatakan, mereka akan terus memperjuangkan hak-hak karyawan. Semua itu akan dilakukan sesuai koridor hukum, seperti berdialog tripatrit antara karyawan, dan perusahaan segera di proses.

“Tetapi jika buntu, jangan salahkan kalau terjadi preseden karyawan yang akan mem-PHK perusahaan,” kepada Nusantara Terkini, Rusman, dihadapan Manager PT alam Sari, Steven, Selasa (5/19) Seberida, kabupaten Inhu.

PT. Alam Sari merupakan perusahaan yang sudah melantai di bursa dan telah berdiri lebih dari 20 tahun serta mempekerjakan ratusan karyawan, Rusman, menuturkan, perusahaan diduga sudah melanggar aturan dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang mensyaratkan bahwa pra-akuisisi, karyawan harus mengetahuinya.

“Nyatanya, perusahaan tidak memberitahu ke karyawan dan berarti proses akuisisi itu tidak dibicarakan soal hak karyawan,” ujarnya.

Ketika karyawan menanyakan soal pesangon, pihak Alam Sari, hanya menyatakan akuisisi sudah terjadi dan status karyawan tidak berubah. menurut manajemen, karyawan silakan bekerja sedangkan tuntutan hak karyawan tidak bekerja sudah di proses untuk pensiun karyawan.

Selain itu, eks Manager PT Alam Sari Riko, menjelaskan, peralihan hak PT Alam Sari selesai dibulan Februari 2019, Surat Kerja penugasan dirinya, sebagai Manager PT Alam Sari, tepatnya dibulan sama Februari 2019, artinya eks Manager PT alam Sari, tidak memiliki kaitan tuntutan hak karyawan lama, ia masuk diangkat sebagai Manager setelah proses Akuisisi perusahaan usai. Sedangkan nama perusahaan tetap masih PT Alam Sari, hanya Managemen berubah katanya,”

Implikasinya, jika karyawan menyatakan tidak mau bergabung, maka dia diberi pesangon satu kali Peraturan Menteri Tenaga Kerja (PMTK). Sementara jika perusahaan yang mengakuisisi tidak bersedia mempekerjakan karyawan, maka perusahaan wajib membayar pesangon dua kali PMTK.

Terdengar informasi Pelanggaran lain yang juga dinilai fatal adalah sejak ditahun 2015. Pihak PT Alam Sari tidak memiliki Manager, akibatnya Managemen perusahan morat marit, harapan eks, Manager PT Alam Sari Riko, untuk kedepan managamen baru seyogyanya setelah peralihan saham diantara perusahaan. karyawan harus diikutkan di dalam Peralihan hak saham, juga program Jamsostek sebagaimana tertuang dalam UU Tenaga Kerja.

Dalam UU itu disebutkan bahwa perusahaan harus wajib” bisa mengalihkan jaminan kesehatan karyawan ke Jamsostek. Program jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian adalah wajib ditangani  perusahaan ke  Jamsostek,”  Jelasnya. (H. Pane) 

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.