Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Karena TMMD, Jenderal Bintang Dua Ini ke Curug Nangga Banyumas

Loading...

Banyumas – Wadan Pusterad, Mayjen TNI Bambang Ismawan, SE, MM, selaku asistensi PJO (Penanggung Jawab Operasi) TMMD 108 Kasad, atau Ketua Tim Wasev (Pengawas dan Evaluasi) TMMD Reguler 108 di wilayah Jawa Tengah, juga ikut menikmati keindahan Obyek Wisata Curug Nangga, di Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Selasa (21/7/2020).

Di lokasi TMMD Reguler Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas ini, dirinya didampingi sejumlah pejabat yang meliputi, Aster (Asisten Teritorial) Kasdam IV Diponegoro Kolonel Infanteri Suhartono mewakili Pangdam IV selaku PKP (Penanggung Jawab Keberhasilan Operasi) TMMD Jateng, dan juga Danrem 071 Wijayakusuma Kolonel Infanteri Dwi Lagan Safrudin, S.I.P selaku PKP (Penanggungjawab Keberhasilan Pelaksana) TMMD di jajaran Korem 071.

Selanjutnya jajaran Forkopimda Kabupaten Banyumas yang meliputi Bupati yang diwakili Didi Rudwiyanto, SH,M.Si, Asisten Kesra Setda, Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Whisnu Caraka, S.I.K, dan juga Dansatgas TMMD Reguler 108, Letkol Infanteri Candra, SE, M.I.Pol.

Sementara dari Muspika Pekuncen yakni Camat Parsono, S. Sos, M.Si, Danramil 15 Pekuncen Kapten Infanteri Subandi, dan Kapolsek AKP Embar Yuliono, SH. Sedangkan selaku pemandu wisata adalah Kepala Desa Petahunan, Rohmat Fadli (42).

Dinyatakan Mayjen TNI Bambang Ismawan, air terjun tujuh tingkat yang terletak di ujung atau di titik akhir jalan beton TMMD Reguler 1,8 kilometer, merupakan air terjun yang sangat indah dengan tujuh tingkatan antara 10-20 meter.

Menurutnya, agro wisata tersebut akan banyak dikunjungi para wisatawan setelah jalan yang sedang dibangun selebar 3,75 meter dan ketebalan 20 centimeter itu jadi, seiring dengan wabah pandemi covid.

“Kita berharap agar pembangunan jalan beton, jembatan dan 3 unit gorong-gorong sebagai paket infrastruktur yang dibangun, dapat memudahkan para petani untuk mengangkut hasil bumi, dan juga pemulihan ekonomi masyarakat melalui pariwisata ini,” ucapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya wisatawan harus berjalan kaki menyusuri jalan batu setapak kurang lebih 2 kilometer dari lokasi parkir di Dukuh/Desa Petahunan selama kurang lebih 20-30 menit.

Selain Curug Nangga, jalan TMMD ke depan akan menjadi penyambung menuju sejumlah potensi wisata lainnya yaitu Curug Rinjing, Curug Pengantin, Tuk Pengasinan (mata air asin), Makam Eyang Gusti Aji (ulama penyebar agama islam), dan juga petilasan pertapaan Ki Ajar Wirangrong (Brahmana sakti jaman kerajaan Pajajaran).

Terpisah dari jalan itu, di Petahunan sendiri juga ada lokawisata pemandangan alam Bukit Watu Kumpul. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.