Kapolsek Semboro Tegaskan, Kasus Bahan Peledak 6 Kilogram Tidak Ada Kaitan Terorisme

Jember, Nusantaraterkini.com Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Semboro Kabupaten Jember, AKP Facthur Rahman menegaskan, kasus kepemilikan bahan peledak seberat 6 kilogram yang diungkap pada Senin 4 hari yang lalu, sementara tidak ada hubungannya dengan kelompok maupun aksi terorisme di Indonesia dan Luar Negeri.

Meski Tidak secara gamblang, Facthur menyebutkan, tidak menutup kemungkinan pembeli atau pemesan bahan peledak, bisa saja digunakan untuk produksi bom dalam rangka kepentingan terorisme.

Kini pihak kepolisian sedang mendalami dan mengembangkan kasus ini.”Kita masih dalami lagi selain itu arahnya kemana, kita periksa lagi.Untuk perkembangan selanjutnya nanti kami kabari rekan-rekan Wartawan, ” kata Facthur, saat menggelar Press Release di Halaman Mapolsek pada Kamis, (01/04/21).

Ia menambahkan, pelaku bernama Misru (50) warga Dusun Curahputih Desa Patemon Kecamatan Tanggul, ditangkap polisi karena kedapatan sedang membawa bahan peledak berupa bubuk mesiu seberat 6 kilogram.

Pelaku mengaku, bahan kimia berbahaya tersebut ia racik sendiri selanjutnya dijual kepada kepada seseorang untuk produksi petasan.Setiap kali produksi, bisa menghasilkan 30 hingga 50 kilogram bubuk mesiu yang siap antar sesuai pesanan.

“Sementara pengakuan Dia, bahan peledak ini selain untuk memproduksi mercon, juga untuk membuat bom bondet dan bom ikan.Tergantung dari pemesanan untuk apa, ” terangnya.

Pelaku sendiri, bebernya, bisa menguasai ilmu dan tehnik meracik bubuk mesiu Ia dapatkan secara otodidak.Bahan dasar kimianya di beli sebagian di wilayah Jember dan sebagian lagi Surabaya.

“Pelaku pernah bekerja sebagai tukang becak di Surabaya.Kebetulan mangkalnya di Toko Kimia, akhirnya dia melihat seseorang membuat bahan peledak ini kemudian mempraktekanya, ” katanya.

Lebih jauh Facthur mengatakan, antara pemesan dan pelaku tidak saling mengenal.Selama ini keduanya berkomunikasi dan melakukan transaksi di jalan-jalan melalui informasi HP.

Pelaku yang kesehariannya sebagai peternak ayam telur, melakoni profesi terlarang sudah berlangsung setahun lebih.

Hasil produksinya berupa bahan peledak dipasarkan di seputar wilayah Kabupaten Jember, yakni Kecamatan Semboro, Tanggul, Umbulsari dan Kencong.

Ia menuturkan, saat ini pihak Kepolisian sedang melakukan penyelidikan, siapa penjual bahan dasar bubuk mesiu yang dibeli dari seseorang, menurut pengakuan pelaku beralamat di wilayah Jember dan Surabaya.

“Pelaku kita jerat Pasal 1 ayat 1 KUHP, UU nomor 12 tahun 1951, ancaman hukuman 12 tahun, ” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Unit Reskrim Polsek Semboro Kabupaten Jember, mengamankan seorang warga karena gelagatnya mencurigakan.Usai digeledah ternyata Ia sedang membawa bubuk mesiu atau bahan peledak seberat 6 kilo gram tersimpan di dalam kardus.

Warga tersebut bernama Misru (50) warga Dusun Curahputih Desa Patemon Kecamatan Tanggul.Ia diamankan Polisi saat kedapatan sedang menunggu si pemesan bahan peledak, di depan Kantor Desa Sido Mekar Kecamatan Semboro pada Senin pagi, (29/03/21) sekira pukul 07.00 wib.

Menurut keterangan Kapolsek Semboro AKP Facthur Rahman, bahan peledak seberat 6 kilo gram, bila dibuat bom akan meledak sangat dahsyat.Kekuatan ledakan bisa mencapai radius hingga 200 meter serta mampu menghancurkan benda-benda yang ada di sekitarnya.(Tahrir)

Rekomendasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.