Terbit : 19 Desember, 2019 - Jam : 12:58

Kapolri Ingatkan Ada 12 Titik Rawan Jelang Tahun Baru

ACEH TAMIANG – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), ingatkan bahwa; Berdasarkan prediksi intelijen, terdapat 12 potensi kerawanan yang harus diantisipasi.

Diantaranya, aksi terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan lalu lintas, kecelakaan transportasi, sweeping ormas, aksi penolakan peribadatan, kenaikan harga sembako konflik sosial dan tawuran, bencana alam, konvoi dan balap liar, kebakaran akibat petasan, dan pesta narkoba ataupun minuman keras.

Hal itu ditegaskan Kapolri melalui Komandan Kodim 0117 Aceh Tamiang Letkol Inf Deki Rayusyah Putra, S.Sos, M.I.Pol Pada Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Rencong Tahun 2019. Dandim 0117 didapuk pimpinan pada Apel itu.

Operasi kali ini bertema ‘Dalam rangka mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberi perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam merayakan natal 2019 dan tahun baru 2020 dengan rasa aman dan nyama’.

Bertindak sebagai Inspektur Apel adalah Kapolres Atam AKBP Zulhir Destrian Sik. MH, dan Dandim 0117/ Atam Letkol Inf. Deki rayusyah Putra S,Sos, M.I.Pol. Sementara komandan apel kanit laka polres Atam Ipda Nasri Gultom bertempat di Lapangan Parma Satwika Polres Aceh Tamiang. Kamis (19/12/2019).

Amanat Kapolri yang dibacakan oleh Dandim 0117/ Atam Letkol Inf Deki Rayusyah Putra, S.Sos, M.I.Pol. Bahwa Apel Gelar Pasukan yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran ini bertujuanan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan pengamanan, soliditas para pemangku kepentingan yang dilibatkan, serta menumbuhkan ketenangan dan
rasa aman bagi masyarakat dalam merayakan Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

“Ini yang harus kita fahami bahwa; Berdasarkan prediksi intelijen, terdapat 12 potensi kerawanan yang harus kita antisipasi, yaitu aksi terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan lalu lintas, kecelakaan transportasi, sweeping ormas, aksi penolakan peribadatan, kenaikan harga sembako konflik sosial dan tawuran, bencana alam, konvoi dan balap liar, kebakaran akibat petasan, dan pesta narkoba ataupun minuman keras,” tegas Deki kepada wartawan.

Berkaitan dengan hal tersebut, seluruh Kasatwil harus dapat bersinergi dengan stakeholder terkait untuk menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan menerapkan strategi yang tepat guna mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada, sesuai dengan karakteristik kerawanan masing-masing daerah. (Syawaluddin)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.