Kapolda Papua Pastikan Tak Ada Unsur SARA Terkait Pengrusakan Rumah Di Koya Barat

Papua – Delapan orang  yakni JUT, F, IJ, AR, AD, AJT, M dan AY, menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua. Mereka diperiksa sebagai saksi terkait pengerusakan rumah warga di kawasan Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Rabu (27/2) pagi.

Dari pantauan media,  8 orang tersebut tiba di Polda Papua sekitar pukul 14.30 WIT.

“Masih  dimintai keterangan oleh penyidik, dalam tempo 24 jam ke depan penyidik baru bisa memastikan keterlibatan mereka,” ujar.

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Pol.Martuani Sormin ketika diwawancarai sejumlah wartawan.

Penyidik juga masih bekerja keras mengumpulkan bukti pendukung dugaan aksi kriminal tersebut.

“Dalam 24 jam status keterlibatan mereka termasuk peran masing-masing serta aktor intelektualnya bisa dipastikan,” ungkapnya.

Meski begitu, Polda Papua tetap menghimbau kepada masyarakat agar tenang dan mempercayakan ke kepolisian.

Keterangan pers juga akan disampaikan Polda Papua Pada Kamis (28/2) besok.

“Saya meminta warga masyarakat dimanapun untuk tidak termakan isu provokatif di media sosial terkait hal ini yang dapat memperkeruh kondisi Kamtibmas di Jayapura. Yang jelas kasus ini tidak ada kaitannya dengan suku, agama dan ras (SARA),” tegasnya.

Sejumlah barang bukti berupa senjata tajam (Samurai) dan 2 unit mobil yang digunakan saksi juga langsung diamankan tim gabungan Polda Papua, Polres Jayapura Kota, dan Polres Keerom.

Sebelumnya, dilaporkan terjadi pengrusakan salah satu rumah di Koya Barat, Rabu pagi.

Kejadian ini kemudian berujung dengan aksi pemalangan jalan  yang menghubungkan Jayapura dan Keerom.

Aparat keamanan langsung diterjunkan ke wilayah itu dan  masih berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian. Sementara kondisi di Koya Barat sudah kembali kondusif. (Faizal Narwawan)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.