Terbit : 24 Juli, 2019 - Jam : 12:48

Kaltim Sasaran Empuk Pengedar Miras Cap Tikus

Loading...

Balikpapan – Kalimantan Timur (Kaltim) bisa disebut surganya bagi para pengedar minuman keras jenis Cap Tikus (CT). Bagaimana tidak, keuntungan besar bisa didapatkan di Bumi Mulawarman ini. Hal ini disampaikan langsung oleh penyelundup tujuh ton CT di Samarinda, Acok (51).

Kepada awak media, Acok mengatakan, ia membeli CT di Manado dengan harga murah. Di Ibu Kota Sulawesi Utara itu CT dijual seharaga Rp 500 ribu perkarungnya. Satu karung memiliki kapasitas 50 liter. Setelah berhasil mendapatkan ribuan liter CT di Manado, Acok membawanya ke Kaltim. Di sinilah minuman paling memabukan itu akan diedarkan.

“Di sini (Kaltim) satu karung dijual Rp 1,5 juta,” ungkap Acok saat jumpa pers kasus penyelundupan Miras Cap Tikus, di Mapolda Kalimantan Timur, Rabu (24/7/2019) siang.

Jika di daerah asalnya perkarung CT dijual Rp 500 ribu, kemudian dijual di Kaltim seharga Rp 1,5 juta, itu artinya, Acok mendapatkan keuntungan Rp 1 juta rupiah perkarungnya.

Dengan demikian, apabila 140 karung yang dibawa Acok pada Minggu lalu lolos dari tangkapan petugas, kemungkinan ia akan meraup keuntungan kotor Rp 140 juta di Kaltim.

“Sudah ada yang beli (pesan) langsung sama saya,” bebernya.

Diakuinya, praktik haram ini sudah ia lakoni selama satu tahun belakangan ini. Hampir seluruh wilayah Kaltim menjadi daerah pendistribusiannya.

“Bontang, Sanggata, Bangalon, itu daerah beredarnya,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Polairud Polda Kaltim, Kombes Pol Omad melalui Kasubdit Gakkum, Kompol Harun Purwoko menambahkan, sepanjang 2019 ini pihaknya sudah tiga kali menungkap kasus peredaran CT di Kaltim. Ketiga proses kasus itupus sudah diproses pidananya.

“Tapi bukan jaringan, tersangkanya beda-beda,” kata perwira melati satu di pundak itu.

Diwartakan sebelumnya, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Kaltim membekuk Acok pada Minggu (21/7/2019) siang. Dia ditangkap lantaran membawa 140 karung minuman CT di bak truk yang dikemudikannya. Jika ditotal, ada 7 ribu liter atau setara 7 ton minuman haram itu dibawa oleh warga yang tinggal di Balikpapan ini.

Loading...
Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.