Kades Ini Ngaku Heran, Kenapa Peminat Vaksinasi di Dominasi Kaum Hawa

Jember, Nusantaraterkini.com – Vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan serentak di 3 lokasi, yakni Desa Karangrejo, Desa Bagorejo dan Desa Tembokrejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember peminatnya didominasi kaum ibu-ibu dan usia remaja.

Vaksinasi yang digelar pada Minggu pagi hingga sore (22/08/21) tidak lagi terlihat suasana antrian panjang maupun kekecewaan warga, lantaran tidak kebagian jatah vaksin seperti yang terjadi pada pelaksanaan sebelumnya.Kondisi kali ini justru berbanding sebaliknya.

Seperti di Desa Karangrejo misalnya, tampak ibu-ibu dan remaja serta warga laki-laki ( jumlah sedikit bila dibandingkan wanita) yang sudah terdaftar duduk tertib menunggu antrian mendapatkan vaksin.

Bahkan hingga pukul 12.00 wib, warga yang berminat masih mencapai 50 persen dari total 220 dosis yang disediakan Puskesmas Tembokrejo.Kondisi yang sama juga terjadi di Desa Bagorejo dan Desa Tembokrejo.

Kepala Desa Karangrejo Muhammad Nurul Huda mengaku heran, kenapa peminat vaksinasi yang digelar di pendopo desa ini dominasi kalangan ibu-ibu dan usia remaja, sedangkan jumlah peminat laki-laki sangat sedikit.

Padahal sebelum kegiatan vaksinasi berlangsung, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui perangkat desa, kader maupun grup whatsapp.Katanya, bila vaksinasi yang bertujuan untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd imunity) berlaku untuk semua masyarakat sesuai perintah.

“Sore tadi juga banyak dari bapak-bapak, namun tetap lebih banyak dari ibu-ibu dan usia muda, ” ungkap Huda.

Menurutnya, banyak faktor yang melatar belakangi animo warga mengikuti vaksinasi.Sebagian memang mereka sadar akan kebutuhan vaksinasi untuk menciptakan kekebalan tubuhnya dari potensi penularan virus.

Sebagian lagi untuk memenuhi persyaratan administrasi, seperti bepergian keluar daerah, melamar pekerjaan, persyaratan menikah.Bahkan bisa jadi rasa trauma karena banyak yang mengalami sakit usai divaksin.

“Jadi komplek, tapi kenyataan masyarakat sekarang sadar akan kebutuhan vaksin bagi dirinya secara pribadi, padahal dulu kita sosialisasi sampai maksimal tapi tapi tetap masih rendah peminatnya, ” imbuhnya.

 

Senada juga disampaikan Kepala Desa Tembokrejo, Suyitno, peminat vaksinasi gelombang sebelumnya diakui memang membludak.Hal ini disebabkan karena diserbu warga luar Desa Tembokrejo, sementara jatah vaksin yang disediakan saat itu hanya 100 dosis, namun vaksinasi untuk hari ini jatah 220 lebih dosis vaksin.

“Selain itu informasi juga mendadak, baru kemarin dapat kabar dari bu dokter bahwa hari ini ada vaksin, ” kata Suyit.

Sementara Kepala Puskesmas Tembokrejo dr Vivi Agus menganggap, peminat vaksinasi maupun sasaranya sama saja antara hari ini dengan pelaksanaan sebelumnya, hanya yang membedakan metode pendaftaran.

Kalau sekarang lebih terorganisir ada link pendaftaran yang sudah disediakan dan disebarkan ke masyarakat umum.Disana warga bisa mendaftar lewat online.

“Kalau kami yang terpenting adalah percepatan vaksinasi untuk mencapai heard imunity, semua bebas covid terutama di wilayah Jember khususnya Kecamatan Gumukmas, ” sebut Vivi.

Dia berpesan, bagi warga yang belum mendapatkan vaksin segera lakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan terdekat, agar tercapai herad imunity dan semua terbebas dari covid.Bagi warga yang sudah mendapatkan vaksinasi tetap menjaga prokes. (Tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.