Trenggalek Etnic Carnival, Aneka Kesenian Khas Daerah Kabupaten Trenggalek

NusantaraTerkini.Com, Trenggalek – Ratusan seniman dan budayawan dari berbagai jenjang usia di Kabupaten Trengggalek, Jawa Timur, Sabtu menggelar pawai atau karnaval aneka kesenian khas daerah yang dikemas dengan nama “Trenggalek Etnic Carnival”.

Kegiatan yang digelar secara terbuka laiknya pawai budaya itu mendapat perhatian masyarakat sekitar, terutama di sepanjang jalur karnaval budaya yang melalui sejumlah jalan protokol Kota Trenggalek tersebut.

“Pawai seni-budaya tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dulu pawai budaya itu umum, meliputi banyak ragam budaya daerah di Indonesia. Kali ini lebih tematik dengan mengangkat nilai seni-budaya khas daerah (Trenggalek/Jawa),” kata Unik Mahayani, salah satu peserta Trenggalek etnic Carnival.

Kendati mendung dan sempat turun hujan, karnaval aneka kesenian khas daerah yang disajikan ratusan seniman dari 14 kecamatan, perwakilan sekolah SD hingga SMA, satuan kerja perangkat daerah, hingga umum tersebut berlangsung meriah.

Ribuan warga memadati sepanjang jalur karnaval untuk menyaksikan penampilan demi penampilan para peserta yang unjuk ketrampilan/kemampuan dalam memainkan setiap jenis kesenian yang dipilih ataupun menjadi bidang masing-masing.

“Karnaval budaya dengan tema terfokus seperti ini bagus untuk pengembangan serta penguatan nilai kearifan lokal, terutama dalam merangsang pertumbuhan seni-budaya daerah agar lebih berkembang,” kata Unik.

Kabag Humas Pemkab Trenggalek Yuli Priyanti mengatakan, ada sekitar 78 kelompok kesenian dan budaya yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Beberapa seni-budaya yang tampil menonjol antara lain kesenian jaranan atau kuda lumping “turangga yaksa”, barongan, pakaian adat khas Trenggalek yang dibawakan puluhan seniman perempuan setempat, seni tiban atau ojung, wayang kulit oleh dalang cilik, hingga tradisi sedekah bumi.

“Semua dikemas untuk menampilkan karakter budaya daerah dan ini diharapkan bisa menjadi etalase budaya yang ditampilkan secara terbuka dan digelar setiap tahunnya ke depan,” kata Yuli.

Salah seorang warga yang menyaksikan Trenggalek Etnic Carnival, Angga  Tri Raharjo mengapresiasi positif atas perubahan kemasan pawai budaya yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-71 RI tersebut.

Menurut Angga, dalam pawai kali ini etnik-etnik budaya dan kesenian khas daerah yang menjadi ikon budaya atau berkembang di Trenggalek banyak dieksplorasi dalam karnaval sehingga lekat dengan warga yang menonton.

“Kami senang etnik-etnik kesenian tari dari Trenggalek bisa muncul semua. Saya yakin semua masyarakat Trenggalek yang menonton akan senang, karena yang begini jauh lebih baik ketimbang sekedar karnaval aneka budaya Nusantara yang majemuk namun tidak terfokus. Malah boros dibiaya,” kata Angga.

Sumber : Antarajatim.com

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.