Judi dan Narkoba Marak, 11.000 Jemaat GBKP di Karo Akan Turun ke Jalan

Loading...

KARO – Sungguh memprihatinkan, penyakit masyarakat (pekat) seperti judi, narkoba dan prostitusi semakin merajalela ditengah-tengah masyarakat Tanah Karo.

Mirisnya lagi, mulai dari pelosok desa hingga kota, tempat perjudian game zone jenis ikan-ikan gampang ditemukan. Hal itu tentunya dapat mempengaruhi kondisi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi perjudian.

Bahkan tidak dipungkiri lagi, jika di lokasi perjudian dapat menjadi tempat transaksi narkoba dan timbulnya kejahatan lainnya, serta dapat merusak tatanan adat budaya masyarakat Karo.

Persoalan besar ini membuat jemaat Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Klasis Barus Sibayak merasa resah dan ‘gerah’. Warga jemaat menuding jika Polres Karo setengah hati memberantas judi dan narkoba di wilayah hukumnya (Wilkum).

Mereka ‘mengancam’, akan melakukan konvoi dan aksi damai bila Polres Karo tak mampu memberantas judi dan narkoba di wilayah Kecamatan Barusjahe, Dolatrakyat, Tigapanah, Berastagi dan Kecamatan Merdeka.

‘Ancaman’ tersebut tertuang dalam lembaran surat GBKP Klasis Barus Sibayak No : 174/KL-BS/IX/2019 perihal permohonan dan himbauan penutupan Pekat seperti judi, miras, narkoba dan warung remang-remang yang ditandatangani Ketua BPMK, Pdt. Masada Sinukaban dan Pdt. Ebenezer Karosekali tertanggal 28 Oktober 2019.

Surat yang memakai kop resmi GBKP ini, pertama kali diposting di media sosial Facebook akun milik Daut Tarigan. Ia menulis statusnya, Klasis Barus Sibayak dengan 11.000 jemaat yang dikomandoi Pdt. Masada Sinukaban, sepakat aksi damai apabila judi tidak ditutup dan peredaran narkoba tidak distop.

Menanggapi postingan akun Daut Tarigan, banyak masyarakat Karo yang mendukung. Bahkan ada juga yang berkomentar, jika ada pertua atau diaken yang kedapatan turut bermain judi, bakal dipecat.

Sementara, salah seorang tokoh masyarakat bermarga Sitepu (65) menyebut bila Tanah Karo sudah darurat narkoba dan judi. Polres Karo harus pro aktif memberantas dan jangan setengah hati.

“Jangan hanya jurtul dan pemain yang ditangkap. Begitu juga dengan ‘pemain’ narkoba. Jangan hanya pemakai atau pengguna yang disikat. Bandar judi dan Gembong narkobanya lah yang disikat,”ujarnya, Rabu (30/10/2019) di Kabanjahe. (Anita)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.

Aksi Dilarang