Jangan Sampai Kota Tegal Tertinggal

Tegal – Kita Tahu, untuk menunjang aktivitas sehari hari Saat ini keberadaan tower menjadi penting, terlebih di masa pandemi, anjuran pemerintah untuk tetap melakukan kegiatan dari rumah menjadi jelas bahwa keberadaan Tower sangat penting,  tetapi mengapa hal ini sering dipermasalahkan.

Kebutuhan teknologi informasi. Seperti halnya anak sekolah belajar dan setiap hari kita menggunakan gadget untuk mengirim data dan lain-lain, sehingga perkembangan teknologi yang semakin canggih, membuat semakin diperlukannya pembangunan Base Transceiver Station (BTS).

Kota Tegal, salah satu Kota di Jawa Tengah yang perkembangannya terus meningkat, pembangunan BTS menjadi penting, akan tetapi karena sempitnya lahan akibat perkembangan penduduk, maka kedepan pembangunan ini menjadi lambat, salah satu solusinya yakni bangunan tower menggunakan aset pemerintah.

Perwakilan Vendor PT Inti Bangun Sejahtera, Tbk, Hendra, saat diwawancarai awak media usai Rapat Koordinasi Pembahasan BTS di Ruang Rapat Lantai I Gedung Setda Kota Tegal, Senin (09/11/2020), menjelaskan, dirinya mengusulkan pembangunan tower menggunakan aset milik pemerintah daerah, hal ini dikarenakan nantinya tower-tower tidak dibangun tinggi-tinggi, tetapi semakin pendek 

“ tingginya hanya 21 meter. Jadi mau tidak mau, agar tidak ada wilayah yang blank spot maka harus dibangun di beberapa titik, dikarenakan masyarakat membutuhkan teknologi informasi maka harus ada tower, ” ujarnya

Lebih lanjut, dirinya menerangkan, di Kota Tegal permukiman sudah semakin padat penduduk dan yang ada hanya jalan dan trotoar, jadi salah satu solusi agar dapat dibangun BTS maka pembangunan tower menggunakan aset milik pemerintah daerah.

Jadi jika Kota Tegal ingin maju dan tidak ketinggalan dengan kota lain, maka Kota Tegal harus memiliki kebijakan agar seluruh masyarakat Kota Tegal dapat menikmati layanan teknologi informasi dengan baik. 

Selain masyarakat terlayani teknologi informasi, masyarakat pun dapat lebih tenang, dirinya menyebut selain menggunakan aset pemerintah adanya asuransi, keamanan, dan secara teknikal. Kemudian jika ada klaim dapat direalisasikan cepat dan Pemda membuat regulasi yang mengatur hal tersebut.

“Dibandingkan Jakarta, jarak antara satu tower dengan tower lainnya hanya 300 meteran. Karena lahan semakin sempit, tower bisa memanfaatkan trotoar. Secara konstruksi dan memiliki titik aman, Jangan sampai Kota Tegal tertinggal dengan daerah lain,” tegas Hendra. (CN)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.