Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Jalan Raya Jawilan Dipenuhi Tanah Merah, Warga Geram

Loading...

BANTEN – “Bantenku kini sudah tak nyaman lagi”. Salah satu ciutan nitizen, Ade Masyur di akun facebook dirinya yang merupakan warga Banten ini mengundang kehebohan.

Pasalnya ia kesal lantaran setiap hari berangkat kerja harus melewati jalan yang penuh dengan tanah merah akibat dari ulah para pengemudi truk pengangkut tanah yang seenaknya melintas tanpa memperdulikan tanah yang berceceran dan tanpa menimbang keselamatan pengguna jalan.

Jalan itu di Kp. Cijampang, Desa Bonjot, Kecamatan Jawilan yang ia lalui setiap hari saat berangkat dan pulang kerja.

“Viral hari ini, aspal cokelat merajalela,” tulis Ade di status facebooknya.

Hal senada diungkapkan salah satu karyawati PWI asal Rangkasbitung yang tak mau disebutkan namanya saat dihubungi melalui seluler mengatakan, jalan kp. Cijampang Desa Bojot kecamatan Jawilan pagi ini dipenuhi dengan tanah yang mengakibatkan jalan licin, sehingga dirinya memacu kendaraan roda duanya dibawah 15 km perjam.

Ini akibat kegiatan truk pengangkut tanah yang mengurug atau menggali di kawasan Kecamatan Jawilan.

“Kalau kami pengguna kecelakaan siapa yang akan bertanggung jawab, mana aparatur berwenang mana dinas perhubungan jangan seolah menutup mata atas perihal ini,” kesalnya.

Sementara Agus, anggota organisasi masyarakat (Ormas) laskar merah putih perjuangan menanggapi hal tersebut. Dia mengatakan seharusnya pihak yang berwenang khususnya Dinas Perhubungan lebih sigap menyikapi hal ini. Jangan sampai, kata Agus timbul korban baru menyikapi.

“Banyak aktifitas kegiatan di Kecamatan Jawilan, seperti pengurugan ataupun pengerukan tanah yang diduga tanpa ijin. Sungguh sangat ironis Pembangunan jalan Cikande Rangkas yang menghabiskan anggaran miliaran pada tahun lalu tak mampu bertahan bertahun tahun terbukti dengan banyaknya jalan berlubang dan rusak disepanjang jalan Cikande Rangkas, sungguh ini adalah satu pekerjaan rumah bagi pemerintahan baik daerah provinsi ataupun pusat,” tandas agus. (Ags sumiarsa)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.