Jalan Dibangun TNI Pemalang, Pencari Daun Jati Harap Pesanan Baru

Pemalang – Hutan Negara yang dikelola Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Kaliwadas Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang, menjadi urat nadi perekonomian warga masyarakat banyak desa di Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang.

Para petani di desa-desa sekitar lingkungan hutan, memanfaatkan ruang kosong di sela-sela tanaman jati dan jabon untuk menanam jagung hibrida bisi-18, sehingga tak mengherankan jika Kecamatan Bodeh menjadi salah satu penyumbang jagung terbesar di Pemalang, dengan memanfaatkan hektaran hutan Perhutani tersebut.  

Terlepas dari jagung, beberapa masyarakat masih menggantungkan hidup sebagai buruh pencari daun jati sebagai daun pembungkus makanan. Salah satunya adalah Cardi (48) warga Rt. 04 Rw. 01 Desa Kesesirejo Kecamatan Bodeh, dengan kisaran penghasilan antara 30-50 ribu rupiah/hari tergantung pesanan.

“Alhamdulillah saya dikenalkan di media Pak. Jika ada pesanan baru dalam jumlah banyak tentu akan menambah kesejahteraan keluarga saya, apalagi jalan ke hutan sedang dibangun Tentara melalui AMD,” ungkap Cardi yang belum tahu jika AMD sudah berubah nama menjadi TMMD.

Diketahui, untuk daun jati basah dihargai 4.000 rupiah/kilogramnya. Cardi mampu mengumpulkan antara 50-60 kilogram dalam sehari, jika habis terjual tentunya sangat lumayan. Untuk daun yang diambilnya adalah daun yang diambilnya adalah pada anakan batang jati utama yang masih pendek, jadi tidak melakukan pembalakan daun secara liar.

Sementara manfaat pembangunan jalan selebar 2,5 meter (Makadam 805 meter dan rabat beton 919,5 meter) dan Jembatan Limpas (20 x 3,5 meter) kedepan akan memudahkannya dalam pengangkutan yang selama ini dilakukannya dipikul karena jalan licin dan setapak. (Aan Pendim Pemalang).

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.