Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Jalan Beton dan Publikasi TMMD Reguler Banyumas, Menarik Wisatawan Purbalingga ke Curug Nangga

Loading...

Banyumas – Rima Cahyani (22), warga Desa Makam RT/RW. 04, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, juga menyatakan senang atas pembangunan sarana wisata menuju Curug Nangga, di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jateng.

Tampak dirinya mengabadikan lawatannya ke air terjun tujuh tingkat, yang kini menjadi salah satu obyek wisata andalan di Desa Wisata Petahunan. Minggu (2/8/2020).

“Saya datang ke Curug Nangga karena obyek wisata ini sedang viral di medsos, jalannya juga mudah setelah dibangun TNI, segenap unsur dan masyarakat melalui TMMD,” ujarnya.

Menurutnya, jalan menuju Curug Nangga saat ini sangat bagus dilalui kendaraan bermotor, yaitu jalan beton sepanjang 1,8 kilometer lebar 3,75 meter, dari Jalan Semingkir, Dukuh Semingkir, Petahunan.

Untuk saat ini, sementara hanya roda dua yang diperbolehkan melintasi jalan beton itu, dengan alasan menjaga kualitas beton yang baru berumur satu minggu pasca TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas (29/7).

“Dulu sebelum jalan dibangun, wisatawan harus melewati rute lama, yaitu menyusuri jalan batu setapak kurang lebih 2 kilometer dari tempat parkir yang berada di Desa Petahunan,” tandasnya.

Selain Curug Nangga, Desa Wisata Petahunan juga menawarkan obyek wisata yang cukup terkenal, yaitu pemandangan alam di Bukit Watu Kumpul yang sejuk di bawah rindangnya pohon pinus milik Perhutani Banyumas Barat.

Tak lupa dirinya mengapresiasi TNI yang telah berkontribusi membangun akses wisata di Petahunan, sehingga baik dirinya maupun wisatawan lainnya tidak perlu repot-repot lagi berjalan kaki kurang lebih 20-30 menit dari rute lama.

Sekedar diketahui, jalan beton TMMD itu juga menjadi modal awal untuk mengangkat sejumlah potensi wisata lainnya yang berada di sekitar beton. Yakni, Curug Rinjing, Curug Pengantin, Tuk Pengasinan (mata air asin), Makam Eyang Gusti Aji (ulama penyebar agama islam), dan juga petilasan pertapaan Ki Ajar Wirangrong (Brahmana sakti jaman kerajaan Pajajaran).

Gadis tersebut, tersedot ke Desa Wisata Petahunan karena pemberitaan gila-gilaan yang dilakukan Kodim Banyumas, terkait TMMD Reguler yang juga mengangkat kearifan lokal dan juga seluruh potensi wisatanya. (Aan/Red)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.